Syamsudin Berterima Kasih XL Axiata Ikut Serta Bekali Soft Skills Pelajar

Dia menginformasikan, Disdikbud Provinsi Jawa Tengah juga telah menjalin kemitraan dengan sekitar 117 perusahaan pada 21 April 2018

Syamsudin Berterima Kasih XL Axiata Ikut Serta Bekali Soft Skills Pelajar
Tribunjateng.com/Deni Setiawan
GM Finance and Management Service XL Axiata Central Region Taufik Hidayat dan Kasi Sapras SMK Disdikbud Provinsi Jawa Tengah Syamsudin Isnaeni berbincang dengan dua siswa peserta XL Axiata Youth Leadership Camp 2018 di Ruang Ramayana Balemong Resort Ungaran Kabupaten Semarang, Jumat (27/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Seksi Sarana dan Prasarana SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah Syamsudin Isnaeni berterima kasih kepada pihak XL Axiata yang turut serta berkontribusi dalam upaya pemerintah mengembangkan kemampuan soft skills para pelajar.

“Seperti diketahui, sejak 1 Januari 2018 lalu, SMA, SMK, serta SLB berada di bawah naungan Provinsi Jawa Tengah. Bersamaan dengan itu pula, pemerintah telah menetapkan suatu pendidikan vokasi, terutama di tingkat SMK,” ucap Syamsudin.

Menurutnya, dari kebijakan pendidikan vokasi yang telah menjadi dasar pendidikan di sekolah tingkat menengah, harapannya bermunculan para generasi muda sebagai sumberdaya manusia (SDM) yang bersoft skills tinggi.

“Dan sebagai bonus demografi pada program pendidikan vokasi tersebut bisa diperoleh antara 2028 hingga 2030 mendatang. Hal itu pula, saat ini kami sedang coba untuk kuatkan peran SMK dalam upaya revitalisasi tersebut. Satu di antaranya adalah melalui penyesuaian kurikulum,” tuturnya.

Syamsudin pun apresiatif terhadap program yang memiliki program XL Future Leaders. Dimana para pesertanya notabene adalah para mahasiswa dan kini melalui program XL Axiata Youth Leadership Camp diperluas sasarannya yakni pelajar di tingkat SMA dan SMK.

“Tidak menampik bagi kami, masalah yang saat ini dihadapi pemerintah ada cukup banyak. Satu di antaranya adalah akses pendidikan. Di tempat kami, angka partisipasi kasar (APK) nya masih sangat rendah,” ucapnya.

Dia menggambarkan, di Jawa Tengah setidaknya ada sekitar 74 persen atau sekitar 3 ribu anak seusia jenjang SMP belum memperoleh kesempatan belajar sebagaimana mestinya. Kualitas SDM nya pun masih kurang, termasuk juga kompetensi para lulusannya yang masih perlu digenjot secara optimal.

“Tetapi kami berkomitmen tidak akan pernah berhenti, akan selalu bekerja keras melalui dunia pendidikan ini agar para generasi muda khususnya di Jawa Tengah semakin unggul dan berkarakter,” tukasnya.

Dia menginformasikan, Disdikbud Provinsi Jawa Tengah juga telah menjalin kemitraan dengan sekitar 117 perusahaan pada 21 April 2018 lalu. Dimana harapannya, melalui kemitraan itu ada sinergi kuat antara sekolah dan industri dalam pengembangan soft skills para peserta didik. Dan tentunya di saat mereka lulus sudah siap untuk bersaing.

“Kami di XL Axiata melalui program corporate social responsibility (CSR) tersebut ada komitmen terhadap dunia pendidikan. Dari program-program yang kami laksanakan rutin tersebut dimaksudkan agar mereka juga bisa ikut mengangkat tinggi nama Indonesia,” tukas GM Finance and Management Service XL Axiata Central Region Taufik Hidayat. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved