Era Digital, Suyono Tekankan Layanan Publik Harus Bisa Cepat, Akurat dan Terpercaya

Wakil Bupati Suyono membuka kegiatan FGD mengenai Tata Kelola Data Informasi Publik Berbasis Single Data System dan Open Data

Era Digital, Suyono Tekankan Layanan Publik Harus Bisa Cepat, Akurat dan Terpercaya
Tribun Jateng/Dina Indriani
Penandatangan Nota Kesepahaman mengenai kerjasama dan koordinasi bidang statistik oleh Wakil Bupati, Suyono, Kepala Diskominfo, Jamal Abdul Naser, Kepala BPS Batang Tina Wahyu Fitri, Senin, (30/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Data Informasi menjadi bagian terpenting yang tak bisa terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terlebih dengan adanya kemajuan informasi teknologi (IT) yang semakin mempermudah pekerjaan.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Bupati Suyono saat membuka kegiatan Fokus Group Discussion mengenai Tata Kelola Data Informasi Publik Berbasis Single Data System dan Open Data, yang berlangsung di Aula Kantor Bupati, Senin, (30/7/2018).

Suyono mengatakan saat ini masyarakat sangat membutuhkan informasi yang cepat, akurat dan transparan, dimana hal itu merupakan tantangan yang harus dijawab sebagai wujud dalam memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat.

"Kita tidak boleh mengelak dan harus menjawab tantangan tersebut, tapi ada juga informasi data yang tidak boleh di buka secera umum yang merupakan bagian dari rahasia negara," ujar Suyono

Untuk itu, dengan terbentuknya PPID (Pejabat Pengelola Informasi Data) ditingkat desa sebagai bentuk loyalitas desa dalam melayani masyarakat dan menjamin masyarakat mendapat informasi.

Sehingga ada keterbukaan data informasi bagi masyarakat untuk mengontrol kinerja dari pemerintah desa.

"Kita tidak usah takut dengan transparansi, yang penting akuntabilitas data yang bersinergi antar OPD, data informasi harus sampai ke unit - unit terkecil. Sehingga keterbukaan tercapai sesuai dengan perundang - undangan," ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa itu menjadi bagian dari membangun smart city dan kepercayaan masyarakat dengan Kekuatan data informasi yang cepat, akurat melalui singgle data sistem.

"Kekuatan kita ada di data dan kita harap memiliki singgel data sisitem dan open data, untuk mengalirkan sumber - sumber informasi yang membutuhkannya," ujarnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Batang, Jama Abdul Naser mengatakan, kegiatan tersebut untuk memberikan wawasan dan persepsi yangbsama dalam pengimplementasian undang - undang keterbukaan informasi publik menuju pengelolaan data informasi berbasis single data sistem dan open data dalam mendukung smart city.

"Terbentuknya PPID di Desa akan meningkatkan pengelolaan pelayanan informasi publik lebih baik yaitubefektif dan efisien, sertavmengintegrasikan data informasi secara harmonis dan mampu membantu penyampaian informasi yang cepat mudah dan akurat," tutur Jamal Abdul Naser.

Adapun peserta FGD dari perangkat daerah se-Kabupaten Batang dimana masing - masing kecamatan diwakili dua orang dengan jumlah peserta 81 orang.

Saat ini sudah ada 154 desa dari 15 kecamatan yang telah membentuk kelmbagaan PPID melalui pengesahan Perkades (Peraturan Kepala Desa). (din)

Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved