Jelang BIAS, Dinkes Jateng Siap Imunisasi Siswa di 23.208 Sekolah Dasar di Jawa Tengah

Total Sekolah Dasar di Jawa Tengah yang akan mendapatkan imunisasi tersebut yakni 23.208 Sekolah Dasar

Jelang BIAS, Dinkes Jateng Siap Imunisasi Siswa di 23.208 Sekolah Dasar di Jawa Tengah
Tribunjateng.com/Bare Kingkin Kinamu
Kasi Surveillance dan Imunisasi, Subur Hadi Marhaento. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) tinggal hitungan hari lagi, yakni jatuh pada Bulan Agustus.

Di Jawa Tengah ada 35 Kota dan Kabupaten yang para siswa-siswi kelas satu mendapatkan imunisasi campak pada bulan agustus dan siswa-siswi kelas dua mendapatkan imunisasi difteri di bulan September mendatang.

Total Sekolah Dasar di Jawa Tengah yang akan mendapatkan imunisasi tersebut yakni 23.208 Sekolah Dasar.

Untuk pelaksanannya sendiri akan dilakukan oleh Puskesmas pada tiap-tiap kota kabupaten dengan cara mendatangi sekolah. 

"Pada bulan Agustus nanti akan ada imunisasi campak untuk anak sekolah di kelas satu dan imunisasi difteri pada siswa-siswi sekolah dasar kelas dua se-Jawa Tengah pada bulan November," tutur Kasi Surveillance dan Imunisasi, Subur Hadi Marhaento, SKM, M.Kes (epid), kepada Tribunjateng.com, Senin (30/7/2018).

Data yang sudah masuk untuk anak kelas satu se-Jawa Tengah yakni ada 597.302 anak.

Mempersiapkan hal tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Jateng telah siap terkait masalah teknis.

"Kementerian Kesehatan menargetkan 98%. Kami pada tahun 2015, 2016, dan 2017 kemarin selalu melampaui target, di tahun 2017 Bias kami mencapai 99,61%. Memang masih ada beberapa orang yang menolak untuk melakukan imunisasi pada anaknya, kami imbau mulai sekarang untuk merubah persepsi yang menolak terkait imunisasi," jelas Subur.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengimunisasikan anak-anak supaya bisa mencegah dini penyakit menular. Contoh penyakit menular tersebut yakni difteri, campak, rubella, dan lainnya.

Jangan sampai ada beberapa orang yang masih menganggap imunisasi adalah haram.
Kementerian Kesehatan telah menyeleksi ketat vaksin-vaksin di Indonesia.

Pada tahun 2017, imunisasi difteri di Jawa Tengah ada yang belum mencapai 98% pada beberapa kota dan kabupaten untuk kelas satu yakni di Kota Semarang, Kabupaten Karanganyar, Sukoharjo, dan Kota Tegal.

Untuk kelas dua Sekolah Dasar di Jawa Tengah pada tahun 2017 yang tidak mau melakukan imunisasi yakni ada di daerah Karanganyar, Surakarta, dan Kota Tegal.

Menyikapi hal ini, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mengemukakan jika imunisasi merupakan hal penting.

"Kami harap sosialisasi terkait manfaat imunisasi bisa menyadarkan masyarakat jika imunisasi merupakan hal penting untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisas," jelas Subur. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help