Kartu Nelayan di Batang akan Diganti Menjadi Kartu Kusuka

Nelayan dan pelaku usaha di bidang perikanan di wilayah Kabupaten Batang akan didata kembali agar mendapatkan Kartu Kusuka.

Kartu Nelayan di Batang akan Diganti Menjadi Kartu Kusuka
Tribun Jateng/ Dina Indriani
Kasi Usaha dan Pengelolaan TPI Batang, Hermanto saat ditemui di kantornya, Senin (30/7/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dina Indriani

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah mencanangkan program perlindungan dan pemberdayaan pelaku usaha kelautan dan perikanan sebagai wujud pelayanan dan peningkatan kesejahteraan.

Jika sebelumnya program tersebut dilakukan dengan menerbitkan Kartu Nelayan yang diperuntukkan bagi nelayan kecil atau nelayan yang memiliki kapal di bawah 10 gross ton (GT), maka kartu tersebut akan segera digantikan dengan Kartu Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan atau Kartu KUSUKA.

Untuk itu, nelayan dan pelaku usaha di bidang perikanan di wilayah Kabupaten Batang akan didata kembali agar mendapatkan Kartu Kusuka.

Kepala Dinas Kelautan dan Peternakan (Dislutanak), Sugiatmo melalui Kasi Usaha dan Pengelolaan TPI Batang, Hermanto mengatakan, bahwa saat ini pergantian kartu tersebut sedang dalam tahap pendataan agar benar benar tepat sasaran peruntukannya.

"Sekarang masih dalam tahap pendataan, hasilnya nanti kami laporkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), karena kami harus pastikan program Kusuka bisa tepat sasaran bagi nelayan dan pelaku usaha perikanan yang membutuhkan," tuturnya saat ditemui di kantornya, Senin (30/7/2018).

Data di Dislutanak tercatat ada 11.500 nelayan dari pemilik kapal dengan para ABK dan pengusaha perikanan. Dari jumlah tersebut ada 1.900 nelayan dengan kapal dibawah 6 gross ton yang menerima kartu nelayan yang tersebar di tujuh titik.

Yang mana sasaran pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan yang berhak mendapatkan Kartu Kusuka meliputi perseorangan atau korporasi, seperti nelayan terdiri atas nelayan kecil, nelayan tradisional, nelayan buruh, dan nelayan pemilik, pembudi daya ikan terdiri dari pembudi daya Ikan kecil, penggarap lahan, dan pemilik lahan.

“Selain itu petambak juga bisa memeroleh seperti petambak Garam terdiri atas Petambak Garam kecil, penggarap tambak garam, dan pemilik tambak garam, pengolah ikan, pemasar perikanan dan penyedia jasa pengiriman produk kelautan dan perikanan yang disesuikan dengan kondisi masing-masing wilayah,” jelas Hermanto.

Ia memprediksi di Kabupaten Batang bakal ada penambahan sejumlah 1.000 lebih pelaku usaha perikanan.

Semisal pengolah dan pembudidaya ikan yang akan bergabung ke Kusuka. Sehingga nantinya sekitar 3.000 sampai 3.500 nelayan dan pengusaha berkesempatan menerima program-program dari KKP.

"Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 39 tahun 2017 tentang KUSUKA.

Kartu nelayan saat ini masih bisa digunakan, namun untuk penerbitan baru sudah dihentikan, karena akan diganti dengan Kartu KUSUKA,setelah kami data, secepatnya akan kami segera kirim ke KKP," terangnya.

Keuntungan Kusuka bagi anggota adalah perlindungan asuransi kecelakaan kerja dan kematian, refresh kapal dan alat tangkap, sertifikasi hak atas tanah milik nelayan, serta akses permodalan.

“Selain itu basis data juga untuk memudahkan perlindungan dan pemberdayaan Pelaku Usaha kelautan dan perikanan, pelayanan dan pembinaan Pelaku Usaha kelautan dan perikanan, sarana untuk pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program Kementerian,” pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved