Dana Desa Rp 323 Juta Raib dari Mobil Saat Ban Kempes di Susukan

Nasib apes menimpa dua pegawai Pemerintah Desa Kemetul Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang pada Rabu (1/8/2018) siang tadi.

Dana Desa Rp 323 Juta Raib dari Mobil Saat Ban Kempes di Susukan
tribunjateng/dok
ilustrasi uang rupiah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Nasib apes menimpa dua pegawai Pemerintah Desa Kemetul Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang pada Rabu (1/8/2018) siang tadi. Dana milik desa berjumlah sekitar Rp 323,6 juta raib digondol pencuri.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunjateng.com, Rabu (1/8/2018), hal itu berawal dari adanya laporan aksi tindak kriminal pada Rabu (1/8/2018) sekitar pukul 11.45 di Jalan Raya Klero-Suruh Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang.

Ketika itu, dua pegawai bernama Joko Prihadi (30) dan Ristiyani (28) pergi ke Kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Unit Pelayanan Cabang (UPC) Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Mereka ke kantor perbankan itu untuk mengambil dana milik Pemerintah Desa Kemetul Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang dimana totalnya mencapai sekitar Rp 323,6 juta. Uang tersebut adalah Dana Desa senilai sekitar Rp 276.356.500 dan dana sisa pembayaran pajak sekitar Rp 47.300.000.

Seusai mendapatkan dana tersebut, dalam perjalanan pulang tiba-tiba mobil APV nopol B 1477 COR yang dikemudikan Joko Sekretaris Desa Kemetul dan ditumpangi Ristiyani Bendahara Desa Kemetul itu mengalami kempes ban.

“Mobil tersebut diderek ke bengkel terdekat. Di saat sedang menanti aktivitas menambal ban di Jalan Raya Klero-Suruh Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang itu tiba-tiba datang 2 orang tak dikenal,” ucap Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana.

Dalam keterangannya kepada Tribunjateng.com, Rabu (1/8/2018) petang, AKP Yusi menggambarkan, kedua orang yang berboncengan mengendarai sepeda motor Supra 125 tersebut mendekati mobil.

“Secara sigap, satu orang membuka pintu tengah mobil tersebut dan membawa tas berisi uang yang diletakkan di jok bagian tengah. Aksi itu baru disadari Joko dan Ristiyani di saat pelaku tancap gas ke arah Salatiga,” tuturnya.

Pasca laporan tersebut, pihak kepolisian pun menindaklanjutinya dengan cara datangi lokasi kejadian. Meminta keterangan beberapa saksi, baik itu korban, pemilik tambal ban, hingga petugas bank tersebut.

“Untuk keterangan lebih lengkapnya belum bisa kami sampaikan. Karena tim masih lakukan penyidikan atas kasus pencurian tersebut. Jika ada perkembangan, akan kami sampaikan lebih lanjut,” terangnya.

Sementara, hingga berita ini diturunkan, Kades Kemetul Agus Sudibyo belum bisa dihubungi melalui sambungan telepon. Termasuk juga belum membalas pesan singkat yang dikirimkan kepada yang bersangkutan. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help