Kisah Haru Ahmadi, Veteran Perawat Makam Pejuang yang Naik Haji Setelah Menabung Puluhan Tahun

Tetapi merawat makam bukan hanya tuntutan profesi bagi Ahmadi. Di lahan itu, jasad teman-temannya sesama pejuang bersemayam

Kisah Haru Ahmadi, Veteran Perawat Makam Pejuang yang Naik Haji Setelah Menabung Puluhan Tahun
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Ahmadi, calon jamaah haji tertua di Banyumas siap berangkat haji bersama istrinya 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Dapat berkunjung ke Baitullah untuk menunaikan ibadah haji, adalah impian setiap muslim.

Bagi orang berkecukupan, mendaftar haji baik reguler maupun haji plus mungkin terasa ringan. Lain halnya bagi warga miskin, barangkali butuh perjuangan keras untuk bisa mencapai tanah suci.

Tetapi haji adalah panggilan. Jika Allah menghendaki, siapapun, miskin atau kaya, tua atau muda, akan dipermudah jalannya untuk menghadap Nya.

Nyatanya, banyak muslim yang ekonominya serba kurang namun dimudahkan pergi ke tanah suci. Meski tak jarang di antaranya, harus berjuang mengumpulkan uang selama puluhan tahun agar bisa mendaftar haji.

Ahmadi (91) di antaranya. Warga Desa Gumelar Lor, Kecamatan Tambak Banyumas ini adalah calon jamaah haji tertua di Banyumas. Usianya hampir seabad, atau menginjak kepala sembilan.

Teman sebayanya sudah banyak yang meninggal. Tapi dia diberi umur panjang, hingga dapat menyempurnakan rukun Islam sebelum menjemput ajal.

Ahmadi bukanlah warga berada. Ia hanyalah petani yang terbatas lahan. Sampingannya sekadar perawat makam.

Sepintas tak masuk akal orang tua itu bisa mendaftar haji dengan biaya mahal.

Tetapi melihat keuletannya bekerja, Ahmadi pantas berangkat haji.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved