Empat Dosen UPGRIS Ini Dorong Desa Mlatiharjo Jadi Sentra Kopi Rempah

Empat Dosen UPGRIS Ini Dorong Desa Mlatiharjo Jadi Sentra Kopi Rempah. Tak hanya di kebun, pekarangan rumah juga tumbuh subur.

Empat Dosen UPGRIS Ini Dorong Desa Mlatiharjo Jadi Sentra Kopi Rempah
TRIBUNJATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Empat Dosen UPGRIS Ini Dorong Desa Mlatiharjo Jadi Sentra Kopi Rempah. Tak hanya di kebun, pekarangan rumah juga tumbuh subur. 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Potensi hasil bumi dari tumbuhan kopi yang berada di desa Mlatiharjo, Patean sangatlah besar. Hal itu menarik perhatian tiga dosen Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) untuk mendorong desa itu menjadi desa Sentra Kopi Rempah di kabupaten Kendal.

Pasalnya di desa tersebut, tiga jenis kopi yakni Robusta, Arabica dan Excelsa tumbuh subur di perkebunan milik warga desa itu. Tak hanya di kebun, bahkan pekarangan rumah mereka pohon kopi juga tumbuh subur.

Empat dosen tersebut yakni Ernawati Saptaningrum, Widya Kusumaningsih, dan Maria Ulfa. Mereka semua tergabung dalam tim Program Pendampingan Desa Mitra (PPDM) di desa Mlatiharjo Patean.

Ketua Tim PPDM di desa Mlatiharjo itu, Ernawati Saptaningrum mengatakan, meski desa Mlatiharjo dikenal sebagai penghasil kopi, ternyata pengelolahan kopi untuk menjadi olahan kopi bernilai tinggi masih kurang maksimal di desa itu.

"Tentunya dengan pengembangan desa ini menjadi sentra kopi rempah maka akan meningkatkan nilai dari olahan kopi itu sendiri dan membuka lapangan kerja yang luas," ujarnya, Rabu (1/8).

Menurutnya, pihaknya tidak hanya sebatas mendorong desa tersebut, namun juga ikut mendampingi desa Mlatiharjo untuk terwujudnya menjadi desa sentra kopi rempah.

"Kegiatan pertama yakni kami isi sosialisasi dan pendekatan dengan kelompok masyarakat yang terkait yakni seperti Kelompok Tani kopi, Ibu-ibu PKK, dan Kelompok PKH (Program Keluarga Harapan) yang berada Desa Mlatiharjo," ungkapnya.

Anggota tim PPDM lainnya, Widya Kusumaningsih menjelaskan disamping membentuk desa mlatiharjo menjadi desa sentra kopi rempah, ia dan pihaknya berharap kegiatan yang timnya lakukan ini dapat menghasilkan produk kopi rempah yang menjadi unggulan.

"Kegiatan kami di desa ini akan berkelanjutan, tidak terhenti pada sosialisasi saja. Namun juga dilanjutkan dengan pelatihan teknik pembibitan hingga pengelolahan menjadi produk olahan kopi kepada kelompok tani, pengadaan barang dan alat, hingga pengemasan dan pemasaran produk olahan kopi baik melalui pemasaran manual bahkan online," tandasnya (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help