20 Desa Wisata Pamerkan Objek Andalan di Dieng Culture Festival ke-9

Perhelatan Dieng Culture Festival (DCF) resmi dibuka Jumat (3/8). Ribuan pengunjung mulai memadati komplek wisata Dieng.

20 Desa Wisata Pamerkan Objek Andalan di Dieng Culture Festival ke-9
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
stan desa wisata pada pameran desa wisata Banjarnegara Dieng Culture Festival di lapangan komplek pendopo Whitlam Dieng 

TRIBUNJATENG.COM - Perhelatan Dieng Culture Festival (DCF) resmi dibuka Jumat (3/8). Ribuan pengunjung mulai memadati komplek wisata Dieng. Jalan menuju pusat kegiatan di komplek Candi Arjuna pun dipadati kendaraan.

Pameran produk UMKM dan Desa Wisata mengawali rangkaian kegiatan yang berlangsung setahun sekali ini. Di lapangan komplek pendopo Soeharto- Whitlam, puluhan stan UMKM berdiri menjajakan produk unggulan mereka.

Yang tak kalah menarik, di tempat sama, sebanyak 20 stan Desa Wisata ikut meramaikan acara pameran. Pameran ini menjadi ajang bagi desa-desa wisata di Kabupaten Banjarnegara untuk menujukkan keindahan objeknya kepada pengunjung DCF sekaligus wisatawan.

Desa wisata ini berasal dari berbagai kecamatan di Banjarnegara baik yang sudah maju maupun tengah berkembang. Panitia pameran Desa Wisata Banjarnegara (Dewitara) Dimas mengatakan, kegiatan ini ditujukan untuk ikut meramaikan dan menyukseskan DCF.

Selain itu, pihaknya sekaligus ingin memperkenalkan desa-desa wisata di Kabupaten Banjarnegara. Acara DCF yang mampu menyedot ribuan pengunjung dari berbagai daerah dan mancanegara jadi kesempatan desa-desa wisata ini untuk promosi.

"Selain meramaikan, ini juga untuk mempromosikan desa-desa wisata di Bajarnegara selain Dieng," katanya. Para pengelola desa wisata menampilkan keunggulan desa wisata masing-masing pada pameran itu. Stan-stan dihias dengan benda-benda yang menyimbolkan identitas desa wisata mereka.

Pengelola Desa Wisata Winong Kecamatan Bawang misalnya, menghiasi stan dengan aneka perlengkapan tubing yang menjadi andalan objek wisata mereka.

Selain memamerkan objek wisata andalan, para pengelola wisata juga menampilkan produk unggulan desa mereka, semisal kerajinan hingga kuliner khas.

Pengelola Desa Wisata bukit Tampomas Gentansari Kecamatan Pagedongan menampilkan berbagai produk makanan khas desa, antara lain Wedang Badeg dan Degan Bakar.

Adapun pengelola Desa Wisata Rumpit Bike Park Salamerta Kecamatan Mandiraja menyajijan Wedang Rempah dengan bahan utama Kayu Secang sebagai minuman khas pendukung wisata mereka.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help