Dosen Undip Bantu Alat Pasteurisasi kepada Peternak Susu Boyolali, Ini Gunanya

Dosen Undip Semarang menggelar Pengabdian Masyarakat dalam upaya meningkatkan nilai jual dan pemasaran susu sapi segar Boyolali.

Dosen Undip Bantu Alat Pasteurisasi kepada Peternak Susu Boyolali, Ini Gunanya
TRIBUNJATENG/like adelia/ist
Dosen Undip gelar Kegiatan Pengabdian Masyarakat dan berikan alat pasteurisasi susu di Dukuh Dampit, Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis ( 2/8/2018) 

TRIBUNJATENG.COM, BOYOLALI - Dosen Undip Semarang menggelar Pengabdian Masyarakat dalam upaya meningkatkan nilai jual dan pemasaran susu sapi segar Boyolali.

Mereka para petani dan peternak yang tergabung dalam UKM Karya Bumi dan UKM Tunas Mekar Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, menerima peratalan dari dosen Undip, Kamis (2/8/2018).

Dosen Undip yaitu Dr.Susiana Purwantisari M Si, Dr.Siti Nur Jannah SSi, M Si, dan Ir. Dwi Handayani MT serta mahasiswa memberikan bantuan alat pasteurisasi susu kapasitas 50 liter. Pemberian itu diterima oleh Muhtadi ketua UKM Tunas Mekar dan Bajuri ketua UKM Karya Bumi.

Kedatangan tim dari Undip disambut antusias oleh para peternak sapi yang tergabung dalam kedua UKM tersebut.

Para peternak berharap susu sapi segar yang telah diproduksi dapat memiliki nilai jual lebih tinggi, serta pemasaran yang luas dengan cara mengolah susu sapi segar menjadi susu pasteurisasi dalam variasi rasa.

Sebelum mendapatkan bantuan alat pasteurisasi, susu sapi segar yang diproduksi oleh para peternak sapi setempat hanya ditampung sementara di dalam tangki besar (cooler) kapasitas 2500 liter dan dijaga suhunya tetap stabil pada 5 derajat Celcius agar memenuhi standar Industri Pengolahan Susu (IPS) yang salah satunya adalah Indolakto dan KUD.

Keberadaan alat pasteurisasi susu tersebut untuk memproduksi susu sapi segar menjadi produk susu pasteurisasi dengan beberapa variasi rasa yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi.

“Selain itu dengan kemasan yang menarik, juga dapat memperluas pemasaran produk susu pasteurisasi tersebut”, kata Dr. Siti Nur Jannah SSi, M Si sebagaimana rilis kepada tribunjateng.com (5/8/2018).

Alat pasteurisasi susu ini terdiri dari tangki pengaduk yang dilengkapi jaket pemanas berisi air, kompor khusus, lampu UV dan pengaduk.

Untuk menjamin kesempurnaan proses pasteurisasi, alat dilengkapi dengan sensor kendali suhu, waktu dan sinar ultra violet yang berfungsi untuk sterilisasi.

Keunggulan alat ini, mampu beroperasi secara otomatis dengan menjamin kualitas nutrisi susunya tetap terjaga.

”Berdasarkan hasil uji coba, susu sapi segar yang dipasteurisasi pada suhu 80 derajat Celcius selama 15 menit, memiliki daya simpan antara 15-17 hari di dalam refrigerator, sedangkan pada suhu 70 derajat Celcius hanya memiliki daya simpan paling lama 8 hari di dalam refrigerator tersebut”, ujar Muhtadi.

Tim dari Undip juga mencicipi produk susu hasil pasteurisasi yang dikemas dalam botol ukuran 250 ml.

“Rasanya enak karena susunya kental dan manisnya pas”, ujar para mahasiswa.

Peternak sapi yang tergabung dalam UKM Karya Bumi dan UKM Tunas Mekar sangat antusias dalam mengikuti pelatihan penggunaan alat pasteurisasi susu untuk memproduksi susu pasteurisasi.

Pasteurisasi adalah proses pemanasan makanan dengan tujuan membunuh organisme merugikan seperti bakteri, protozoa, kapang, dan khamir dan suatu proses untuk memperlambatkan pertumbuhan mikroba pada makanan. (tribunjateng/like)

Penulis: Like Adelia
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help