Kesaksian Ketua RT, Terduga Teroris yang Ditangkap Enggan Pasang Bendera

Kesaksian Ketua RT, Terduga Teroris yang Ditangkap Nggak Mau Pasang Bendera. Di rumah ada...

Kesaksian Ketua RT, Terduga Teroris yang Ditangkap Enggan Pasang Bendera
tribunjateng/rival almanaf
Ketua RT 6 RW 5, Kelurahan Manyaran, Semarang, Ahmad Nurhadi. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angga (35) terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Anti Teror di Manyaran, Semarang dikenal tetangganya sebagai sosok yang jarang bersosialisasi.

Ketua RT 6 RW 5, Kelurahan Manyaran, Semarang, Ahmad Nurhadi menjelaskan A memang tidak ikut kegiatan bermasyarakat seperti kumpulan RT dan lainnya.

"Bahkan saya minta pasang bendera saja tidak mau," terang Nurhadi saat dijumpai di rumahnya, Minggu (5/8/2018).

Baca: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Ngaliyan Semarang dan Tegal

Baca: Penangkapan Terduga Teroris di Kabupaten Tegal, Saksi : Saya Tidak Pernah Curiga, Dia Biasa Saja

Baca: Seorang Terduga Teroris Dibekuk Densus 88 di Kabupaten Tegal

Ia menyebut di rumahnya juga terdapat kursi berlambang garuda.

"Tapi mata garudanya itu dicongkel-congkel, itu nggak tau kenapa," imbuhnya.

Ia memaparkan Angga diringkus di jalan sekitar pukul 09.00 kemarin.

Setelah itu sekitar pukul 16.00 datang anggota polisi ke rumah Nurhadi.

Mereka meminta izin untuk menggeledah salah satu warganya.

"Yang ketok pintu juga saya, dibuka lalu polisi masuk, dan kemudian menggeledah. Setelah sekitar satu jam mereka keluar membawa barang bukti, satu buku jihad dan satu handphone," bebernya.

Ia pun menjadi saksi penyitaan barang bukti yang dilakukan polisi. Setelah itu anggota pulang. Hingga kini Angga masih ditahan.

Rumahnya pun tampak sepi meski masih ditinggali satu orang istri dan enam anak. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved