Kekeringan Ekstrem Melanda Sebagian Wilayah Banyumas

Daerah di Banyumas yang dilanda kekeringan ekstrem antara lain wilayah Kecamatan Lumbir, dan Rawalo

Kekeringan Ekstrem Melanda Sebagian Wilayah Banyumas
TRIBUNJATENG/DOK
ILUSTRASI Kekeringan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Kekeringan ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah. Kekeringan ekstrem berarti kondisi tidak turun hujan dalam periode lebih dari 60 hari.

Daerah di Banyumas yang dilanda kekeringan ekstrem antara lain wilayah Kecamatan Lumbir, dan Rawalo.

Adapun sebagian daerah lain dilanda kekeringan panjang dan terancam kekeringan ekstrem pada kemarau 2018 ini. Kekeringan panjang diartikan kondisi kering tanpa hujan antara 31-60 hari.

Daerah yang mengalami kekeringan panjang meliputi Kelapa Gading, Jatilawang, Purwojati, Baturaden, Kebun Darmakradenan dan Kebun Samudera.

Kekeringan panjang bukan hanya melanda wilayah Kabupaten Banyumas.

Sejumlah wilayah di Kabupaten Cilacap semisal Kecamatan Adipala, Cipari, Dayeuhluhur, Mejenang, Wanareja, Kesugihan, Kedungreja, Kawunganten, Sidareja, Maos, Cimanggu, Karangsari, dan Binangun dilanda kekeringan panjang.

“Belum ada yang mengalami kekeringan ekstrem di Cilacap, tapi sudah terancam,” kata Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pos Pengamatan Cilacap, Rendy Krisnawan.

Kekeringan ekstrem memicu krisis air bersih di berbagai daerah. Sumur atau sungai yang menjadi sumber pasokan air warga mengering hingga tak keluar air.

Mengingat musim kemarau yang masih panjang, diperkirakan berlangsung sampai September hingga Oktober mendatang, masyarakat diimbau untuk menghemat penggunaan air.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help