Pasca Gempa, Permintaan Darah di Lombok Meningkat, PMI Solo Kirim 50 Kantong Darah

Titis menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah tim evakuasi dan rumah sakit di lokasi bencana

Pasca Gempa, Permintaan Darah di Lombok Meningkat, PMI Solo Kirim 50 Kantong Darah
Seorang perempuan melintas dekat kios yang temboknya roboh pascagempa bumi di Dusun Lendang Bajur, Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (6/8/2018). Gempa bumi bermagnitudo 7 mengguncang Lombok, Minggu (5/8/2018) malam. (ANTARA FOTO/ AHMAD SUBAIDI) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Gempa di Lombok, NTB, Minggu (5/8/2018) kemarin menyisakan permasalahan. Pasalnya, permintaan darah di Lombok meningkat hingga 600 kantong perhari.

Hal itu diungkapkan Direktur Transfusi Darah PMI Solo, dr. Titis Wahyuono, Selasa (7/8/2018). PMI Solo pun langsung mengirimkan bantuan berupa 50 kantong darah ke Lombok.

Titis menjelaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah tim evakuasi dan rumah sakit di lokasi bencana.

"Informasinya korban terus ditemukan dan masih ada gempa susulan. Berpotensi makin banyak korban yang berjatuhan," katanya.

Menurutnya sesuai info yang didapat, dua rumah sakit di Lombok membutuhkan 600 kantong darah setiap hari.

"PMI Solo menyumbang 50 kantong darah untuk kebutuhan korban bencana di Lombok, NTB," ujar dia.

Menurutnya, pengiriman dilakukan melalui jalur darat dengan ambulan PMI Solo, Selasa siang ini menuju ke Bandara Adi Sucipto, Jogja dan diterbangkan menuju ke Lombok.

"Bencana di Lombok didominasi oleh luka berdarah. Makanya kebutuhan darah ini jadi sangat mendesak," urai dia.

Menurutnya, 50 kantong ini terdiri dari golongan A sebanyak 5 kantong, B 20 kantong, O 20 kantong dan AB 5 kantong.

"Kantong darah dikirim dengan diberi kotak pendingin bersuhu 2-10 derajat Celcius yang bertahan sehari. Setibanya di Lombok akan langsung dijemput petugas PMI yang bertugas," terang dia. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved