Satpol PP Masih Sering Temukan Warga Solo Membakar Sampah

Pembakaran sampah sering dilakukan pemilik tanah kosong yang luas, di pasar tradisional, dan permukiman saat kerja bakti.

Satpol PP Masih Sering Temukan Warga Solo Membakar Sampah
RECOVERY BELIZE
Ilustrasi pembakaran sampah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Aktivitas membakar sampah di Solo melanggar Pasal 36 Perda Nomor 3/2010 tentang Pengelolaan Sampah.

Pasal ini menyatakan siapa pun dilarang membakar sampah dan atau kotoran lainnya di pekarangan, jalan, jalur hijau, taman, di dalam dan sekitar TPS, TPA maupun tempat-tempat umum lain.

Jauh panggang dari api, aktivitas tersebut masih marak dilakukan warga Kota Bengawan.

Pernyataan itu diungkapkan Sekretaris Satpol PP Kota Solo, Arif Darmawan, Selasa (7/8/2018).

Aktivitas itu pun disebutnya sukar sekali ditertibkan Pemkot Solo.

"Dari info petugas di lapangan, pembakaran sampah sering dilakukan pemilik tanah kosong yang luas, di pasar tradisional, dan permukiman saat kerja bakti. Saat ini juga ada kerja bakti di kampung, menyambut HUT Kemerdekaan," ujar dia.

Dia mengaku tak akan tinggal diam, penertiban akan terus dilakukan.

Arif mengimbau masyarakat Solo tak mengulangi kegiatan tersebut.

"Sudah pernah dilakukan penindakan kepada puluhan pembakar sampah, 2014 lalu. Tapi sebatas pemberian peringatan dan pemrosesan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Sekarang ini aksi bakar sampah bermunculan lagi karena dianggap biasa," ujar dia.

Terkait maraknya pembakaran sampah di Solo, Arif menilai hal itu karena pola pikir masyarakat belum berubah.

Padahal menurutnya hal itu bisa mencemari lingkungan.

"Beberapa kali penindakan, warga malah kadang bertanya mengapa tidak boleh. Jadi memang ada pola pikir yang tak berubah," jelasnya.

Lebih jauh, Satpol PP Solo akan berkoordinasi dengan perangkat kelurahan agar tak ada lagi warga yang membakar sampah.

"Artinya kami ingin ada sosialisasi terkait hal itu. Misal saat kerja bakti, ada imbauan sampah jangan dibakar," ujarnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help