Tren Penyakit Berubah, Dinkes Kabupaten Tegal Sosialisasikan Germas

"Tren sudah berubah. Dulu di sebelum 2000 kematian paling banyak disebabkan oleh penyakit menular, namun sekarang pola telah berubah,"

Tren Penyakit Berubah, Dinkes Kabupaten Tegal Sosialisasikan Germas
Istimewa
Kadinkes Kab Tegal Hendadi Setiaji (kanan) bersama Tim Kemenkes RI secara simbolis mengajak warga untuk melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dengan gerakan makan buah bersama di Gedung Among Dwijo Pangkah, Selasa (7/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Dalam rangka menyukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), tiap Dinas Kesehatan di Kota/Kabupaten se-Jawa Tengah melakukan sosialisasi pencegahan terjadinya penyakit tidak menular.

Satu di antaranya yakni Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal di Gedung Among Dwijo Pangkah, Selasa (7/8/2018).

Dalam kesempatan ini, Dinkes Kab Tegal, Tim Kementerian Kesehatan RI dan Tim dari Dinkes Jateng mengajak masyarakat Kab. Tegal untuk mengatur pola hidup.

Data di Indonesia menunjukkan sejak tahun 2000 hingga sekarang penyakit tidak menular jauh lebih banyak diidap masyarakat Indonesia dan menyebabkan kematian, daripada penyakit menular.

Hal itu diungkapkan oleh Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Arfian Nevi, SKM, DEA, kepada Tribunjateng.com.

"Tren sudah berubah. Dulu di sebelum 2000 kematian paling banyak disebabkan oleh penyakit menular, namun sekarang pola telah berubah," jelasnya.

Menindaklanjuti hal tersebut Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melakukan sosialisasi terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Sekitar 80% pola hidup memengaruhi kesehatan.

Dalam sosialisasi Germas di Kab. Tegal kali ini, Kepala Dinkes Kab. Tegal, dr. Hendadi Setiaji mengungkapkan jika masyarakat mulai sekarang harus sadar betul untuk mengatur pola hidup.

"Makan buah sayur yan cukup, aktivitas fisik minimal 30 menit, cek kesehatan berkala, hindari asap rokok, dan memberikan ASI ekslusif pada bayi 0-6 bulan merupakan hal yang harus mulai dari sekarang menjadi kesadara bapak-ibu semua mengatur pola hidup," jelas Kadinkes Kab. Tegal, Hendadi Setiaji, Selasa (7/8/2018).

Dalam acara tersebut hadir juga Asisten III Administrasi Pemerintahan setda Kabupaten Tegal Eko Jati Suntoro dan Kasi Penyebarluasan Informasi Kesehatan Kemenkes Dra. Pimanih, M.Kes.

Asisten III Administrasi Pemerintahan setda Kabupaten Tegal, Eko Jati Suntoro mengungkapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) harus dimulai sejak dini.

"Gerakan ini harus dimulai dari lingkungan terkecil kita, yakni mulai dari keluarga, dan mari kita tularkan," jelasnya.

Secara simbolis ajakan ini dilakukan dengan gerakan makan buah bersama, dilanjugkan dengan senam peregaangan tubuh dan Forum Groud Discussion (FGD). (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved