Belum Ada Laporan Gagal Panen, Distan KP Sarankan Para Petani Kabupaten Tegal Ikut Asuransi Ini

Musim kemarau yang berlarut-larut di wilayah pantura Kabupaten Tegal kini mengancam hasil panen padi milik petani karena kekeringan.

Belum Ada Laporan Gagal Panen, Distan KP Sarankan Para Petani Kabupaten Tegal Ikut Asuransi Ini
akhtur gumilang
Seorang petani memompa air di lahan pertanian yang mengalami kekeringan di Desa ā€ˇKedungkelor, Kecamatan Warureja. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Musim kemarau yang berlarut-larut di wilayah pantura Kabupaten Tegal kini mengancam hasil panen padi milik petani karena kekeringan.

Akibatnya, saluran irigasi yang mengalir ke lahan sawah mengalami kekurangan air.

Salah satu lahan pertanian yang mengering itu berada di Desa ‎Kedungkelor, Kecamatan Warureja.

Tak hanya di situ, kekeringan pun mengancam lahan sawah lainnya di sejumlah wilayah Pantura Kabupaten Tegal.

Terkait persoalan tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kabupaten Tegal mengaku belum mendapatkan laporan.

Meski begitu, Kepala Distan KP Kabupaten Tegal, Khofifah menuturkan, telah menyiapkan beberapa antisipasi untuk menanggulangi fenomena kekeringan yang kerap terjadi setiap tahun.

Antisipasi pertama, kata Khofifah, pihaknya telah membagikan 30 unit pompa air untuk wilayah-wilayah yang saluran irigasinya mengalami kekeringan.

Kemudian, Khofifah juga telah menerjunkan tim untuk mencari air-air buangan di tepi Kali Cacaban, Kedungbanteng, Kabupaten Tegal yang tidak ada pemiliknya.

"Air-air buangan ini harus dioptimalkan. Selain di Cacaban, ada juga air buangan di Jatibogor, Kecamatan Suradadi. Di sana memang ada sumber air yang bisa diangkat oleh pompa besar untuk mengairi lahan sawah," ujar Khofifah kepada Tribunjateng.com, Rabu (8/8/2018).

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help