Beredar Air Zamzam Palsu yang Diproduksi di Batang, Setelah Airnya Diperiksa Ini Temuan Polisi

"Dari pemeriksaan kami air ini diedarkan di wilayah Jabar. Di Jateng justru belum ada," beber Condro

Beredar Air Zamzam Palsu yang Diproduksi di Batang, Setelah Airnya Diperiksa Ini Temuan Polisi
Tribunjateng.com/Rival Al-Manaf
Petugas Diteskrimsus Polda Jateng menunjukan beberapa barang bukti air zam-zam palsu. Di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tim Satgas Pangan Polda Jateng menutup tempat produksi air zamzam palsu yang beroperasi di RT 3 RW 1 Desa Blado Kecamatan Blado, Kabupaten Batang.

Rumah produksi yang berlokasi di Jalan Blade-Pagilaran Nomor 6 tersebut digrebeg pada tanggal 26 Juli lalu. Dari sana polisi menahan dua tersangka yang berinisial Y (37) dan E (54).

Dua pemilik rumah produksi tersebut hingga Rabu (8/8/2018) masih ditahan di Ditreskrimsus Polda Jateng.

Kapolda, Irjen Pol Condro Kirono dalam jumpa pers di Ditreskrimsus memaparkan menjelang hari raya Idul Adha banyak beredar air zam-zam di toko perlengkapan haji dan umroh.

"Memang belum ada laporan terkait hal ini, namun kami merasa perlu untuk memberi tahu masyarakat agar tidak mengalami kerugian," terang Condro.

Akhirnya rumah produksi denga nama CV Moya Janna yang kedapatan memproduksi dan mengedarkan Air Minum Dalam Kemasan dengan merek Al Lattul Water yang diklaim sebagai air zamzam ditutup.

Dari hasil pemeriksaan didapati bahwa zam-zam palsu itu tidak memiliki izin edar dari BPOM, tidak memiliki SNI hingga tidak mencantumkan label berbahasa Indonesia.

"Dari pemeriksaan kami air ini diedarkan di wilayah Jabar. Di Jateng justru belum ada," beber Condro.

Ia memaparkan disebut palsu karena nyatanya air kemasan Al Lattul Water tersebut hanya berisi air galon isi ulang yang dibeli di daerah Pagilaran.

"Tersangka ini hanya memindah air galon isi ulang yang bisa didapat dengan harga Rp 5 ribu per 19 liter ke kemasan-kemasan botol kecil, kemasan satu liter, dan ditempeli merek Al Lattul Water," imbuhnya.

Ia mengungkap praktik tersebut sudah berlangsung sejak Oktober 2018. Hingga saat ini, dua tersangka tersebut sudah mengantongi omzet sebesar Rp 1,8 milyar. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved