Buka Evaluasi Tengah Tahun Pembangunan Kesehatan, Heru Setiadi Ajak Semua Pihak Peduli

Ada tujuh misi Pemerintah Jateng, satu di antaranya yakni meningkatkan fasilitas publik dengan progam unggulan

Buka Evaluasi Tengah Tahun Pembangunan Kesehatan, Heru Setiadi Ajak Semua Pihak Peduli
Tribunjateng.com/Bare Kingkin Kinamu
Asisten Satu Pemerintah dan Kesra Provinsi Jateng, Heru Setiadi, saat buka Evaluasi Tengah Tahun Pembangunan Kesehatan di Hotel Petra Semarang, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Asisten Satu Pemerintah dan Kesra Provinsi Jawa Tengah, Heru Setiadi, membuka evaluasi tengah tahun pembangunan kesehatan di Hotel Petra Semarang, Rabu (8/8/2018).

Evaluasi ini akan berlangsung mulai hingga Kamis (9/8/2018).

Sebelum membuka acara evaluasi, Heru mengemukakan visi dan misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ada tujuh misi Pemerintah Jateng, satu di antaranya yakni meningkatkan fasilitas publik dengan progam unggulan.

"Seperti progam Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng ini merupakan progam bidang kesehatan untuk perempuan hamil, jadi ini lebih baik dari "ajak" ibu hamil periksa. Kata nginceng ini memiliki makna peduli, ya misal kita ingatkan tetangga kita yang hamil, sudah periksa belum, dan sebagainya," tutur Heru.

Dalam kesempatan ini, ia menekankan pentingnya kepedulian sejak dini yang harus dimiliki oleh penyedia jasa kesehatan, baik dokter, dan profesi kesehatan lainnya.

Untuk itu, ia ingin para Dekan yang hadir mulai mengenalkan kepedulian nyata kepada para mahasiswi-mahasiswanya saat Kuliah Kerja Nyata (KKN).

"Adik-adik mahasiswa kedokteran saat KKN harus peduli. Hal ini terkait kepedulian. Jangan waktu KKN meninggalkan plang jalan saja. Mereka harus berbaur dengan masyarakat, menemukan masalah kesehatan yang ada di sana," tutur Heru saat pembukaan kepada para dekan kedokteran Universitas se-Jawa Tengah.

Pentingnya rasa peduli akan menimbulkan empati, inilah karakter yang dibentuk.

"Saat KKN mereka menemukan masalah kemudian harus mencari solusinya. Kemudian mahasiswa-mahasiswi kedokteran yang KKN ini bisa konsultasi dengan kita terkait birokrasi, yang terpenting adalah aksi empati," jelasnya.

Ia menyebut evaluasi ini sangat baik untuk mengetahui capaian setengah tahun ini dan mengetahui tuntutan-tuntutan pelayanan kesehatan.

Usai melakukan pembukaan evaluasi, acara dilanjutkan dengan paparan evaluasi kesehatan yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto Prabowo, M.Kes. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help