Dinkes Jateng Evaluasi Pembangunan Kesehatan Pertengahan Tahun, Ini Sasaran Capaiannya

Dari 50 indikator itu, 42 indikator pembangunan kesehatan telah diselesaikan di tahun 2017.

Dinkes Jateng Evaluasi Pembangunan Kesehatan Pertengahan Tahun, Ini Sasaran Capaiannya
Tribun Jateng/ Bare Kingkin Kinamu
Kadinkes Jateng, Yulianto Prabowo (kanan), saat memaparkan capaian pembangunan kesehatan untuk evaluasi tengah tahun di Hotel Patra Semarang, Rabu (8/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng dr. Yulianto Prabowo, menyebut setidaknya ada 50 indikator pembangunan kesehatan di Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkannya saat memaparkan capaian sebagai bahan evaluasi tengah tahun pembangunan kesehatan 2018 di Hotel Patra Jalan Sisingamangaraja Semarang, Rabu (8/8/2018).

Dari 50 indikator itu, 42 indikator pembangunan kesehatan telah diselesaikan di tahun 2017.

"Kita mengevaluasi tengah tahun pembangunan kesehatan ini, diharapkan setengah tahun ke depan, nilai yang masih kurang bisa kita kejar.

Ini merupakan tahun terakhir RPJMD 2018, tahun terakhir di kepemimpinan Pak Ganjar dan Pak Heru di periode pertama. Supaya 2018 ini nanti benar-benar target RPJMD tercapai, kami evaluasi," tutur Yulianto kepada Tribunjateng.com di sela-sela jeda acara.

Delapan indikator yang masih di bawah target yakni angka penemuan kasus baru TB, penemuan kasus baru kusta, penemuan kasus diare balita dan angka penemuan kasus ISPA balita.

Kemudian kesakitan malaria, proporsi puskesmas yang memiliki izin operasional, proporsi puskesmas Poned sesuai standar dan proporsi TPM yang memenuhi syarat.

Yulianto optimis capai target 100 persen. Masih ada waktu setengah tahun untuk menyelesaikan progam tersebut.

Selain itu, evaluasi ini juga sebagai sarana koordinasi untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2019-2023.

"Penyusunan RPJMD untuk 2019-2023 bisa dilakukan sejak awal bersama pada evaluasi ini," jelas Yulianto.

Dalam kesempatan ini hadir Kadinkes se-Jateng, Direktur Rumah Sakit negeri/ swasta se-Jateng, Dekan Fak. Kedokteran se-Jateng, instansi terkait dan lainnya.

Yulianto mengungkapkan untuk mencapai target, ada edukasi dari hulu hingga hilir terkait kesehatan.

"Masyarakat harus sadar betul bagaimana mencegah penyakit menular dan tidak menular kita siap memberikan edukasi dini, pemerintah siap berada di tengah masyarakat lebih dekat dan lebih baik lagi dari saat ini, inilah evaluasi kami," jelasnya.

Evaluasi ini akan berlangsung dua hari mulai Rabu (8/8/2018) hingga Kamis (9/8/2018). (kin)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved