Lulusan IPDN Ini Wujudkan Nazar Mengayuh Sepeda Sumedang-Bojonegoro

Beryl Pilar Kharismaldie hampir menuntaskan nazarnya mengayuh sepeda onthel dari Jatinangor, Sumedang (Jabar) ke Bojonegoro (Jatim).

Lulusan IPDN Ini Wujudkan Nazar Mengayuh Sepeda Sumedang-Bojonegoro
Tribunjateng.com/Daniel Ari Purnomo
Beryl bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di lobi kantor gubernur, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Selasa (7/8/2018) 

TRIBUNJATENG.COM -  Beryl Pilar Kharismaldie hampir menuntaskan nazarnya mengayuh sepeda onthel dari Jatinangor, Sumedang (Jabar) ke Bojonegoro (Jatim).

Nazar itu digenapinya ketika lulus dari lembaga tinggi kedinasan, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), belum lama ini.

Beryl, sapaannya, merupakan angkatan ke-25 IPDN. Niatnya itu muncul melengkapi nazarnya terdahulu saat mengayuh sepeda Bojonegoro-Jatinangor, ketika kali pertama diterima IPDN.

"Jaraknya (Jatinangor-Bojonegoro) kalau dari google map itu 555 kilometer. Ini sudah hari keempat saya sampai Semarang. Masih jauh," kata warga Bojonegoro itu, saat singgah di lobi Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan, Semarang, Selasa (7/8) sore.

Pria kelahiran 11 Februari 1996 itu berangkat dari Jatinangor pada Sabtu (4/8) pagi lalu. Dia mengayuh onthel yang dibelinya beberapa tahun lalu dari hasil tabungan. Onthel itu seharga Rp 3 juta.

Aksi mengayuh onthel antar-provinsi disiapkan Beryl dalam waktu sebulan menjelang kelulusannya. Dia mendapat uang saku dari sang ayah sebesar Rp 300 ribu.

"Ya tidak cukup sebenarnya. Ini sudah habis. Untung banyak kakak-kakak senior alumni yang bantu saya di tiap kota. Mereka menghubungi saya, sekedar memberi makan dan tempat menginap," tuturnya.

Malam pertama Beryl melepas lelah sekaligus tidur adalah di sebuah POM bensin Kota Cirebon. Hari berikutnya, ia kembali mengayuh onthel ke arah Pemalang. Beryl pun ditawari bermalam di rumah seniornya, Pandu.

Malam ketiga, perjalanan putra bungsu dari dua bersaudara itu sudah sampai di Kabupaten Kendal. Ada seniornya bernama Ilham yang kemudian menawarinya tempat bermalam sekaligus mengisi perut.

"Jalur paling berat itu di Alas Roban sama naik di Sumedang, tanjakannya. Kebetulan membawa sepeda onthel, bukan sepeda gunung," ucapnya, sembari tersenyum.

Perjalanan pulang Beryl tak semulus yang dibayangkan. Ban onthelnya sempat gembos dua kali. Beruntung, masalah itu dapat diatasi secara mudah, karena dia membawa pompa angin sendiri.

Halaman
12
Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved