Mahasiswi Arsitektur ITB Kagumi Kota Lama

Mahasiswi arsitektur ITB kagum terhadap bangunan-bangunan peninggalan Belanda di Kota Lama Semarang.

Mahasiswi Arsitektur ITB Kagumi Kota Lama
Alagsha Gilang Imantara
Andita Abiyyuna Mahasiswa ITB Prodi Arsitektur Semester 5 

TRIBUNJATENG.COM - Andita Abiyyuna, mahasiswi jurusan arsitektur Institut Teknologi Bandung (ITB) kagum terhadap bangunan-bangunan peninggalan Belanda di Kota Lama Semarang.

Hal itu ia ungkapkan saat melakukan kuliah kerja lapangan (KKL) bersama 52 mahasiswa ITB lainnya di Kota Lama Semarang beberapa waktu lalu.

Mahasiswi semester 5 tersebut, mengaku menyempatkan jalan-jalan ke Taman Srigunting, kemudian ke Taman Suari, dan terakhir ke Jalan Kepodang.

"Kami observasi kota lama untuk mempelajari karya arsitektur Belanda yang legendaris, bagaimana bangunan ini terus berdiri," ungkapnya.

Ia kagum terhadap bangunan tua di Kota Lama yang tahan gempa, adem, sejuk, dan secara visual bagus. "Indah dan bagus banget.

Bangunan - bangunannya masih dilestarikan, ketika dipugar jadi lebih bagus lagi," ujarnya.

Dia mengungkapkan, sebenarnya jarang sekali ada kota yang bangunan zaman dulunya masih ada dan dilestarikan seperti Kota Lama Semarang.

"Harapan ke depannya kami sebagai arsitek, harus bisa melestarikan bangunan lama seperti ini, misalnya memasukkan desain dan teknik bangunan zaman dulu atau zaman Belanda ke bangunan zaman sekarang," ungkapnya.

Terkait obsesinya sebagai arsitek, Dita menandaskan akan merasa senang jika berhasil mendesain sesuai dengan yang diharapkan oleh pemilik bangunan.

"Saya merasa senang jika bisa mendesain bangunan berdasarkan keinginan orang itu. Misal desainnya begini, jadi saya mendesain sesuai dengan yang dia inginkan," ucal gadis 19 tahun itu.

Dia menambahkan, misal ketika dirinya berhasil mendesain dengan bagus, maka penghuninya akan senang tinggal di bangunan itu.

"Misalnya saya desain pusat komunitas, orang yang tinggal di pusat komunitas itu senang karena desainnya sesuai dengan yang diinginkan," tandasnya (*)

Penulis: Alaqsha Gilang Imantara
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help