Penyuap Bupati Non Aktif Kebumen Divonis Penjara Dua Tahun dan Denda Rp 150 juta

Hukuman terdakwa Khayub tersebut, lebih ringan, dari tuntutan jaksa, yakni tiga tahun penjara.

Penyuap Bupati Non Aktif Kebumen Divonis Penjara Dua Tahun dan Denda Rp 150 juta
Tribun Jateng/Hesty Imaniar
Khayub Muhammad Lutfi, saat mendengarkan putusan yang dibaca oleh Hakim Ketua Antonius Widijantono, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (8/8/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hesty Imaniar

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hakim Pengadilan Tipikor Semarang, menjatuhkan vonis penjara selama dua tahun pada Khayub Muhammad Lutfi, terdakwa pemberi suap terhadap Bupati Non Aktif Kebumen, Yahya Fuad.

Putusan dibacakan Hakim Ketua, Antonius Widijantono, di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (8/8/2018).

Hukuman terdakwa Khayub tersebut, lebih ringan, dari tuntutan jaksa, yakni tiga tahun penjara.

Selain mendapatkan hukuman penjara, Khayub juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 150 juta, subsidair 4 bulan kurungan penjara.

Dalam putusannya, terdakwa juga dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan hak politik selama 3 tahun, terhitung setelah terdakwa menjalani masa hukumannya.

"Dengan ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf A Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim, Antonius.

Dalam persidangan tersebut, mantan calon Bupati Kebumen itu memberikan uang suap yang totalnya mencapai sekitar Rp 5,9 miliar kepada Yahya Fuad.

Pemberian tersebut, agar terdakwa memperoleh pekerjaan di Kabupaten Kebumen yang dibiayai oleh APBD.

Dalam fakta persidangan, Khayub menyerahkan masing-masing uang itu melalui tiga orang, yakni dua anggota tim pemenangan Bupati Kebumen saat pilkada, Barli Halim dan Hojin Ansori, serta melalui Sekda Adi Pandoyo.

Uang suap senilai Rp 2 miliar diberikan terdakwa melalui Barli Halim yang berasal dari fee 5 persen dalam proyek Rumah Sakit Prembun.

Sementara sisanya diberikan melalui Hojin dan Adi Pandoyo yabg berasal dari fee proyek senilai Rp 36 miliar yang dibiayai Dana Alokasi Khusus (DAK).(hei)

Tags
suap
proyek
Penulis: hesty imaniar
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved