Program Anak Lahir Langsung Dapat Akta di Kabupaten Tegal Terkendala

Masih ada warga yang harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan akta kelahiran anaknya dan KK yang baru.

Program Anak Lahir Langsung Dapat Akta di Kabupaten Tegal Terkendala
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Suasana pelayanan kependudukan di Kantor Disdukcapil Kabupaten Tegal, Rabu (8/8/2018).  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tegal telah meluncurkan program LOAK (Lahir Olih Akta dan KK) beberapa waktu lalu.

Program ini memungkinkan bayi yang baru lahir di pelayanan kesehatan baik rumah sakit dan beberapa puskesmas akan langsung mendapatkan akta kelahiran dan kartu keluarga.

Dengan program itu, orangtua juga tidak perlu repot- repot mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengurus kartu kependudukan tersebut.

Namun, kenyataan di lapangan, program itu tidak berjalan mulus. Masih ada warga yang harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan akta kelahiran anaknya dan KK yang baru.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Disdukcapil) Kabupaten Tegal, Salu Panggalo, membenarkan masih ada kendala yang dihadapi instansinya untuk mengeluarkan akta dan KK secara instan itu.

"Memang tidak bisa langsung jadi hari itu juga," kata Salu saat dimintai konfirmasi di kantornya, Rabu (8/8/2018).

Menurutnya, untuk entri data kemungkinan bisa langsung dilakukan pada hari kelahiran bayi. Namun, untuk secara fisik akta dan KK bisa keluar beberapa hari.

"Kalau entri bisa hari itu juga. Namun, untuk fisiknya tidak," tuturnya.

Program yang dilaksanakan oleh dua dinas itu, Disdukcapil dan Dinas Kesehatan masih ada kendala pengiriman data dari pelayanan kesehatan (rumah sakit dan puskesmas) ke Disdukcapil.

Salu menuturkan, pegawai rumah sakit atau puskesmas tidak bisa satu hari bolak- balik ke kantor instansinya untuk menyerahkan berkas anak baru lahir.

Apalagi, pelayanan kesehatan yang berada jauh dari kantor Disdukcapil. Misalnya, rumah sakit dan puskesmas di Kecamatan Warureja, Suradadi, Bumijawa, Bojong dan sebagainya yang memiliki jarak jauh dengan kantor Disdukcapil yang berada di pusat kota.

"Mereka tidak bisa bolak- balik untuk mengantarkan berkas itu. Mereka juga punya kerjaan di sana. Nanti mengurus kerjaan satu, kerjaan lainnya ditinggal," tuturnya.

Biasanya, pelayanan kesehatan akan mengepul terlebih dahulu berkas- berkas untuk pembuatan akta dan KK. Baru, setelah terkumpul beberapa nama bayi yang baru lahir, akan diserahkan ke Disdukcapil.

Ia menjamin, jika data atau berkas sudah berada di kantornya, akta akan selesai dalam waktu satu hari.(mam)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help