Jalan Pengganti untuk Seberangi Tol Tak Sesuai Harapan, Warga Desa Penjalin Minta Dibuatkan Jembatan

Pasalnya jalan utama mereka untuk menuju ke desa seberang yakni Desa Sumur, Brangsong terputus dengan Jalan Tol Semarang Batang.

Jalan Pengganti untuk Seberangi Tol Tak Sesuai Harapan, Warga Desa Penjalin Minta Dibuatkan Jembatan
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto
Pertemuan warga desa penjalin bersama Pihak Dinas PUPR, PT Jasamarga Semarang Batang dan PT Waskita karya untuk menuntut dibuatkan jembatan.  

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Jalan yang dibuatkan oleh PT Waskita Karya membuat warga menjadi kesulitan.

Warga Desa Penjalin pun meminta dibuatkan jalan baru yang mempermudah warga untuk dilintasi.

Pasalnya, jalan utama mereka untuk menuju ke desa seberang yakni Desa Sumur, Brangsong, terputus oleh Jalan Tol Semarang-Batang.

Ngatimah, seorang petani warga Desa Penjalin, mengaku jalan pengganti yakni terowongan yang berada di bawah jalan tol membuat para warga kesulitan.

Pasalnya, terowongan itu berada di bawah lokasi desa sehingga membuat para warga harus naik dan turun jalanan yang licin.

Selain itu jarak yang ditempuh menjadi lebih jauh dari yang semulanya

"Jalan yang dibuat lebih jauh dan menanjak karena kebanyakan kami jalan kaki atau bersepeda, sedangkan kami ke seberang untuk mengangkut hasil hutan," ujar Ngatimah dalam pertemuannya bersama PT Jasa Marga Semarang-Batang, Dinas PUPR Kendal, dan PT Waskita Karya di rumah Kepala Desa Penjalin, Kamis (9/8/2018).

Koordinator warga Desa Penjalin, Samsul Huda, mengatakan warga menghendaki dibuatkan jalan penyeberangan orang.

JPO dinilai lebih tepat karena mempersingkat perjalanan mereka.

Ia juga menambahkan dalam pertemuan itu juga telah disepakati bahwa nantinya akan dibangunnya Jembatan penghubung desa itu yang melintasi di atas Jalan Tol Semarang-Batang itu.

"Tuntutan warga sudah terpenuhi. Kami akan dibuatkan JPO dan kendaraan roda dua, kalau roda empat tetap melintasi terowongan"ujar Samsul.

Humas Waskita Karya tol Semarang-Batang Seksi IV, Totok Soeharto, menjelaskan dalam pembangunan JPO itu pihaknya akan berkoordinasi dengan PT Jasa Marga Semarang-Batang.

Pasalnya, dalam pelaksanaan pembangunan proyek jalan tol itu, Waskita hanya menjadi pelaksana.

"Jalan tol ini nanti dikelola oleh Jasa Marga. Jadi pembangunan jembatan ini harus berkoordinasi dengan  Jasa Marga terkait hal itu," katanya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help