3 Pelaku Pencuri Dana Desa Kemetul Ditangkap di Bumiayu Brebes

Setelah itu, para pelaku berada di Kabupaten Brebes. Kemudian kami berkoordinasi dengan Polres Brebes untuk penangkapan

3 Pelaku Pencuri Dana Desa Kemetul Ditangkap di Bumiayu Brebes
Tribunjateng.com/Deni Setiawan
Kapolres Semarang AKBP Agus Nugroho bersama Kaur Mitra Subbid Penmas Bid Humas Polda Jateng Kompol Priyono saat menggelar hasil pengungkapan kasus pencurian dana Pemerintah Desa Kemetul Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kasus pencurian dana milik Pemerintah Desa Kemetul Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang yang terjadi Rabu (1/8/2018) lalu akhirnya terungkap. Satuan Reskrim Polres Semarang pun berhasil menangkap pelaku selang 5 hari berikutnya di sebuah penginapan di Kabupaten Brebes.

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya dan berdasarkan hasil klarifikasi kepada Kepala Desa Kemetul Agus Sudibyo, total dana yang digondol adalah sekitar Rp 278,4 juta. Bukan Rp 323,6 juta. Itu adalah hasil pencarian Dana Desa Tahap II Rp 276,3 juta dan Rp 47 ribu sisa pembayaran pajak.

Aksi pencurian tas berisi uang di dalam mobil Suzuki APV warna silver bernopol B 1477 COR tersebut terjadi di saat berada di tambal ban Jalan Klero-Suruh Desa Cukil Kecamatan Tengaran. Ban mobil itu mengalami kempes saat perjalanan dari Kantor Pembangunan Daerah Unit Pelayanan Cabang (BPD UPC) Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.

Adapun petugas yang mengambil uang di bank tersebut adalah Sekretaris Desa Kemetul Joko Prihadi (30) dan Bendahara Desa Kemetul Ristiyani (32). Seusai pencairan dana itu dimasukkan ke dalam tas milik Ristiyani. Saat perjalanan menuju kantor desa, ban itu mengalami kempes di bagian belakang sebelah kiri.

Kempes ban itu terjadi di sekitar pertigaan Desa Cukil Kecamatan Tengaran dan digeladak sejauh sekitar 300 meter menuju lokasi tambal ban. Ban kempes tersebut diketahui Joko saat ada warga berboncengan menggunakan sepeda motor menginformasikannya. Tak disangka, kedua pria tersebut ternyata pula yang telah mengambil tas berisi uang milik desa itu.

“Ada 3 pelaku pencurian dana Pemerintah Desa Kemetul itu pada Senin (6/8/2018) di sebuah penginapan di Kabupaten Brebes. Ketiga pelaku itu pun terpaksa ditembak kaki bagian kiri karena hendak melarikan diri saat diminta menunjukkan sepeda motor yang digunakan untuk aksi mereka,” tutur Kapolres Semarang AKPB Agus Nugroho.

Kepada Tribunjateng.com, Jumat (10/8/2018) siang, Kapolres mengutarakan, penangkapan tersebut sesuai hasil identifikasi di lokasi saat olah tempat kejadian perkara (TKP). Ada beberapa saksi yang dimintai keterangan, mengenali ciri-ciri salah satu pelaku yakni berbadan gemuk (besar).

“Dari informasi itu, kami pun lakukan penyidikan. Ternyata pula ketiga pelaku itu sebelumnya beraksi di Yogyakarta pada 2003 silam. Di sana mereka pun masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO) Polresta Yogyakarta karena menggondol tas pengunjung --wisatawan-- di Jalan Mailoboro Yogyakarta,” tuturnya.

Dari informasi tersebut, lanjut Kapolres, pihaknya pun berkoordinasi. Pada perkembangan pula, diketahui sempat 2 pelaku sebelum beraksi berada di sebuah toko modern yang letaknya tepat di depan BPD UPC Sruwen Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Berdasarkan hasil pemeriksaan CCTV di toko tersebut.

“Setelah itu, para pelaku berada di Kabupaten Brebes. Kemudian kami berkoordinasi dengan Polres Brebes untuk penangkapan. Mereka itu adalah spesialis coblos ban untuk mencuri tas lintas wilayah serta provinsi. Dari penangkapan itu, kami sita sekitar Rp 70 juta dari total Rp 278,4 juta yang dicuri,” bebernya.

Lalu di mana uang lainnya? Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Yusi Andi Sukmana menerangkan, berdasarkan hasil intograsi terhadap pelaku, seusai beraksi mereka kemudian membagi hasilnya menjadi 3 bagian.

“Alasannya sebagian lainnya sudah habis untuk membayar utang. Adapun ketiga pelaku itu adalah Fery Jaya Wawi (55) warga Dusun Gunung Saren Desa Madusari Kecamatan Secang Kabupaten Magelang. Dia adalah otak aksi itu dan yang bertugas untuk mencoblos ban menggunakan besi ujung lancip,” terangnya.

Selanjutnya, kata AKP Yusi, Arifin (52) warga Losmenan Kelurahan Panjang Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang. Dalam aksi itu dia bertugas sebagai yang memastikan target di lokasi. Terakhir Andi Ismanto (31) warga Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barang yang memboncengkan Arifin untuk beraksi.

“Kedua kendaraan untuk beraksi juga sudah kami sita. Yakni sepeda motor Honda Vario bernopol AB 3647 ZY dan Yamaha Jupiter Z nopol AB 4359 BE. Mereka di Brebes, tepatnya di Bumiayu juga hendak beraksi serupa,” tukasnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help