Bayinya Mati Setelah Lahir, Induk Paus Orca Ini 'Gendong' Jasad Anak Selama 16 Hari

Jasad anak dari paus orca tersebut juga sudah terlihat mulai membusuk, namun J35 tetap berenang bersamanya.

Bayinya Mati Setelah Lahir, Induk Paus Orca Ini 'Gendong' Jasad Anak Selama 16 Hari
TWITTER/SIMONE DEL ROSARIO
Paus Orca J35 berenang bersama jasad anaknya selama 16 hari 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suci Rahayu 

TRIBUNJATENG.COM - Hanya karena manusia tidak mengerti bahasa  binatang, bukan berarti binatang tidak memiliki perasaan. 

Beberapa kali ditemukan gambar atau video hewan yang menitikkan air mata karena bersedih atau takut. 

Terkadang hewan juga bisa merasakan stress. 

Misalnya saja orang utan yang akan ikut mati tak lama setelah pasangan, anak, atau ibunya mati.

Mereka akan bersedih hingga tidak makan dan menyebabkan mereka mati karena stress dan kelaparan. 

Sehingga membunuh satu ekor orang utan berpotensi membunuh dua ekor orang utan lainnya.

Karena misalnya saja sang induk mati, si anak juga kan mati, dan pasangannya juga tak akan bertahan hidup lama.

Hal yang sama juga terjadi kepada burung parkit, oleh sebab itu burung parkit dijuluki sebagai love birds karena tak bisa berpisah dari pasangannya. 

Induk paus orca atau paus pembunuh juga  bukan pengecualian, sang induk akan bersedih jika anaknya meninggal. 

Halaman
1234
Penulis: Suci Rahayu
Editor: abduh imanulhaq
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help