Jumpa Fans di Semarang, Chelsea Islan Ceritakan Pengalaman Syuting di Hutan Berlumpur

Film Sebelum Iblis Menjemput yang diputar di bioskop mulai 9 Agustus 2018, mendapatkan antusiasme tinggi di Kota Semarang.

Jumpa Fans di Semarang, Chelsea Islan Ceritakan Pengalaman Syuting di Hutan Berlumpur
tribunjateng/raka f pujangga
Chelsea Islan dan ‎Samo Rafael menyempatkan datang ke Semarang untuk berjumpa dengan fansnya, di Mal Ciputra Semarang, Jumat (10/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Film Sebelum Iblis Menjemput yang diputar di bioskop mulai 9 Agustus 2018, mendapatkan antusiasme tinggi di Kota Semarang.

Kursi penonton yang selalu penuh sejak pertama kali diputar itu membuat sejumlah pemerannya yakni Chelsea Islan dan ‎Samo Rafael menyempatkan datang ke Semarang untuk berjumpa dengan fansnya, di Mal Ciputra Semarang, Jumat (10/8/2018).

‎Chelsea Islan yang berperan sebagai Alfie tersebut mendapatkan pengalaman pertamanya bermain di film bergenre horor.

Fil‎m garapan sutradara Timo Tjahjanto itu yang mendorongnya mau ikut bermain dalam film berdurasi 110 menit tersebut.

"Ini film pertamaku yang berjenis horor, alasannya mau bermain di film horor ini jelas karena sutradaranya," jelas dia.

‎Dari naskah film dan workshop yang telah dilalui sebelum proses syuting berlangsung, film tersebut menjadi film horor yang berkualitas.

Bahkan lokasi syutingnya yang berada di rumah kosong yang sudah lebih dari 40 tahun tidak ditempati membuat suasana syuting menjadi lebih natural.

Beruntung, dalam proses pembuatan film tersebut baik Chelsea Islan dan Samo Rafael tidak mengalami hal yang tidak diinginkan.

"Untungnya selama proses syuting berlangsung, tidak ada pengalaman buruk yang dialaminya," ujar dia.

Chelsea juga melatih perannya melalui workshop dan imajinasinya agar tampil lebih natural saat membawakan perannya.

"Yang paling berat itu saat adegan di hutan karena harus berlumpur-lumpuran. Jadi harus nonton filmnya‎," kata dara cantik itu.

Film horor yang lekat dengan kondisi masyarakat Indonesia itu menggambarkan setiap manusia punya sisi keiblisannya.

Film ini akan diikutkan festival film internasional. Dia nilai menjadi film horor menarik yang berbeda dibandingkan film sejenis lainnya. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help