Kerugian Akibat Kebakaran Kapal di Juwana Ditaksir Capai Rp 22 Miliar

"Api benar-benar padam pada Jumat sekitar pukul 10.58 WIB," kata Sanusi kepada Tribun Jateng

Kerugian Akibat Kebakaran Kapal di Juwana Ditaksir  Capai Rp 22 Miliar
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Api berkobar dalam kebakaran sejumlah kapal di Muara Sungai Silugonggo, Juwana, Pati, Kamis (9/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kebakaran yang menimpa empat kapal yang ditambat di muara Sungai Silugonggo, Juwana, Pati. Dalam kebakaran tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp 22 miliar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Sanusi mengatakan, kebakaran yang terjadi sejak Kamis (9/8/2018) sekitar pukul 16.30 itu baru bisa dipadamkan sehari setelahnya, Jumat (10/8/2018).

Lihat video kebakaran disini :

"Api benar-benar padam pada Jumat sekitar pukul 10.58 WIB," kata Sanusi kepada Tribun Jateng.

Menurut Sanusi, api yang membakar kapal itu diduga karena adanya sisa pengelasan pada salah satu kapal.

Diketahui, empat kapal yang terbakar yakni KM Dua Putra Perkasa 5, KM Dua Putra Perkasa 6, KM Dua Putra Utama, dan kapal cantrang rusak.

"Ada empat kapal yang terbakar, satu kapal cantrang milik orang Rembang dalam keadaan rusak, dan yang KM Dua Putra Utama masih kosong atau belum ada mesinnya," katanya.

Adapun kronologi kebakaran, kata Sanusi, sebelum kebakaran terdapat aktivitas perbaikan di KM Dua Putra Perkasa 5. Perbaikan berupa pengelasan di sejumlah bagian kapal selesai pada pukul 16.00 WIB. Setelah itu tiba-tiba api berkobar, diduga dari sisa pengelasan.

"Tahu ada api berkobar, akhrinya nahkoda kapal Suparman menuju lokasi kebakaran untuk memindahkan kapal si sekitarnya agar tidak ikut terbakar," katanya.

Setelah itu sejumlah warga berupaya untuk memadamkan, sampai akhirnya sejumlah petugas pemadam, kepolisian dan TNI ikut andil dalam pemadaman.

Upaya pemdaman yang dilakukan terbilang sulit. Sebab kencangnya angin yang berembus membuat api cepat merambat ke kapal lain. Selain itu, terdapat dua kapal yang masih menyimpan bahan bakar jenis solar.

"Dua kapal yang terdapat bahan bakar solar yaiti KM Dua Putra Perkasa 5 masih menyimpan 15 ton sisa melaut di perairan Papua, dan KM Dua Putra Perkasa 6 masih menyimpan sekitar 40 ton solar," katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya saja kerugian materi akibat hangusnya empat kapal ditaksir mencapai Rp 22 miliar. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved