OPINI Djoko Subinarto : Pemimpin Politik Pro-Moral

Because of lack of moral principle, human life becomes worthless. Moral principle, truthfulness, is a key factor.

OPINI Djoko Subinarto : Pemimpin Politik Pro-Moral
Tribun Jateng

Oleh Djoko Subinarto

Kolumnis dan esais

TRIBUNJATENG.COM - “Because of lack of moral principle, human life becomes worthless. Moral principle, truthfulness, is a key factor. If we lose that, then there is no future.”

― Dalai Lama

Para pemimpin politik memiliki kewajiban untuk ikut berkontribusi menegakkan moral dan etika demi kebaikan bersama bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Aktivitas politik semestinya menjadi wahana bagi proses pendidikan masyarakat sehingga masyarakat menjadi semakin cerdas dan semakin beradab. Bukan malah sebaliknya. Celakanya, di negeri kita, hal ini tampaknya masih jauh panggang dari api.

Secara kasar, politik adalah bagaimana merebut dan mempertahankan kekuasaan. Boleh jadi terdapat seribu-satu alasan kenapa orang terjun ke dunia politik. Namun, apa pun alasannya, sebaiknya ia selalu dilandasi dengan cita-cita bersama.

Pada intinya, cita-cita bersama itu merupakan sebuah pemahaman bahwa setiap aktivitas politik mesti diarahkan untuk melayani warganegara demi memenuhi kepentingan segenap warganegara dan bukan cuma memenuhi kepentingan sekelompok warganegara.

Dengan pemahaman seperti ini, hasil akhir setiap aktivitas politik adalah berupa kebaikan untuk bersama, sebagai sebuah bangsa. Jika saja para politisi kita menjadikan cita-cita bersama dan kebaikan bersama ini sebagai sandaran mereka dalam menepaki dunia politik yang mereka tekuni, bukan saja persepsi buruk masyarakat terhadap mereka bakal hilang dengan sendirinya, tetapi juga bakal membawa iklim yang lebih sehat bagi jagad politik kita.

Sayang, cita-cita bersama dan kebaikan bersama ini tampaknya sejauh ini masih belum menjadi prinsip dasar yang dipegang secara teguh oleh sebagian besar politisi kita. Buntutnya, imaji politik dan politisi kita di hadapan sebagian besar masyarakat negeri ini menjadi kotor dan dekil.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help