Oyek Jadi Penyelamat Kehidupan Warga Purwojati Banyumas saat Beras Langka

Hanya tanaman tertentu, semisal palawija, yang mampu bertahan atau beradaptasi dengan cuaca panas

Oyek Jadi Penyelamat Kehidupan Warga Purwojati Banyumas saat Beras Langka
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Oyek jadi pangan subtitusi beras terutama saat kemarau 

Pagi yang terik jadi kesempatan para ibu di dusun ini untuk menjemur bahan oyek (singkong) yang diletakkan di atas atap atau teras rumah.

Sebelum dijemur, bahan ini telah direndam berhari-hari agar tiwul yang dihasilkan bagus.

Sudah tradisi turun temurun, warga Kalitepen mengonsumsi oyek untuk mencukupi kebutuhan pangan mereka.

Terlebih di musim kemarau, saat persediaan beras menipis, oyek jadi penyelamat warga untuk bertahan hidup.

Jangankan untuk menanam padi, untuk masak dan minum saja, mereka kesulitan mendapatkan air setengah mati.

Oyek jadi pangan subtitusi beras terutama saat kemarau
Oyek jadi pangan subtitusi beras terutama saat kemarau (Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki)

"Beras kan susah di sini, tidak ada sawah. Kalau mau beli beras, mahal,” kata Warsem

Masyarakat Desa Kalitapen tinggal di wilayah perbukitan yang kering. Kondisi geografis wilayah ini membuat petani susah menanam padi secara maksimal.

Mereka hanya mengandalkan air hujan untuk menunjang pertumbuhan tanaman padi mereka.

Karena kurang pasokan air, warga lebih banyak menanami lahan mereka dengan tanaman palawija semisal singkong yang lebih ramah dengan tanah kering.

Karena bahan melimpah, warga memilih memanfaatkan oyek sebagai pengganti beras yang susah didapat.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help