Oyek Jadi Penyelamat Kehidupan Warga Purwojati Banyumas saat Beras Langka

Hanya tanaman tertentu, semisal palawija, yang mampu bertahan atau beradaptasi dengan cuaca panas

Oyek Jadi Penyelamat Kehidupan Warga Purwojati Banyumas saat Beras Langka
Tribunjateng.com/Khoirul Muzaki
Oyek jadi pangan subtitusi beras terutama saat kemarau 

Di rumah sederhana, Warsem tinggal bersama suami, tiga anak serta kedua orang tuanya yang telah renta. Suaminya, Misdar hanya bekerja sebagai penderes kelapa dengan penghasilan minim.

Terutama di musim kemarau saat ini, pendapatannya terjun bebas karena persediaan nira berkurang hingga produksi gula menurun.

Padahal, untuk mencukupi tujuh anggota keluarganya, Warsem harus memasak sekitar 1,5 kilogram beras setiap harinya.

Dengan kondisi keuangan yang kurang, keluarga itu tentu keberatan jika harus membeli beras setiap hari dengan harga cukup mahal.

Keluarganya memang memperoleh jatah beras sejahtera (rastra) atau raskin bagian program perlindungan sosial dari pemerintah. Tetapi perolehannya hanya sedikit karena harus berbagi dengan warga tak mampu lain di desanya.

Tiada beras bukan berarti warga di desa ini tak makan. Beruntung mereka tak segan mengonsumsi nasi oyek untuk mengganjal perut lapar.

Di musim kemarau ini, keluarganya mengonsumi oyek sebagai makanan selingan di luar beras.

Kebiasaan warga mengonsumsi oyek nyatanya membuat ketahanan pangan mereka kuat karena tak hanya bergantung dengan sumber pangan beras.

“Buat selingan, kadang oyek, kadang nasi,"katanya

Kebiasaan warga mengonsumsi nasi oyek ini dibenarkan oleh Kepala Dusun Wanarata, Karto. Di wilayahnya, terdapat 450 kepala keluarga dengan jumlah penduduk mencapai sekitar 2.000-an jiwa.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved