Pengembangan Objek Wisata Pantai Kandeman Batang Hadapi Kendala

Pengembangan Objek Wisata Pantai Kandeman Batang Hadapi Kendala. Ada 11 pihak yang mengelola wisata pantai

Pengembangan Objek Wisata Pantai Kandeman Batang Hadapi Kendala
tribunjateng/budi susanto
Pantai Muararejo satu di antara wisata pesisir yang dimiliki perorangan di Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, Jumat (10/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Pengembangan sektor wisata di Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang, terutama di pesisir utara hadapi kendala. Pengembangan itu terkendala beberapa wilayah yang dimiliki oleh perorangan.

Adapun sekitar 11 pihak yang mengelola wisata pantai yang masuk wilayah Kecamatan Kandeman.

Walaupun ada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sudah dibentuk di Wilayah Kandeman, namun kelompok tersebut juga terkendala menyatukan para pemilik wisata pesisir tersebut.

Muhammad Yasit satu di antara anggota Pokdarwis Sigandu Arum Melati menuturkan, untuk mengembangkan sektor wisata diperlukan kerjasama dari semua pihak. Dan kami masih berusaha menyatukan presepsi para pemilik agar bisa kerjasama memajukan sektor pariwisata," katanya saat ditemui Tribunjateng.com, Jumat (10/8/2018).

Walaupun demikian, namun pihaknya akan berusaha memediasi para pengelola wisata pesisir bersama pemerintah desa sekitar.

"Kami sudah berdialog bersama pihak desa dan kecamatan, kemungkinan akan ada pertemuan membahas pengembangan wisata pesisir di Kabupaten Batang yang berda di wilayah Kecamatan Kandeman," jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Faizin satu di antara pengelola wisata pantai sepanjang Kecamatan Kandeman mengungkapkan, para pemilik tempat wisata membatasi pantai dengan bambu.

"Batasnya hanya bambu yang dibenamkan ke pasir, bambu tersebut sebagai penanda wilayah," imbuhnya.

Adapun pihaknya ingin wisata pantai sepanjang Kecamatan Kandeman bisa maju guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Namun perbedaan pandangan tentang wisata menjadi masalah, karena belum ada penengah dari para pengelola wisata," timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved