Proyek OBOR Pacu Investasi di Indonesia

Proyek besar Tiongkok membangun jalur satu sabuk satu jalur atau One Belt One Road (OBOR) diproyeksikan memberi peluang

Proyek OBOR Pacu Investasi di Indonesia
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proyek besar Tiongkok membangun jalur satu sabuk satu jalur atau One Belt One Road (OBOR) diproyeksikan memberi peluang besar perkembangan investasi bagi Indonesia.

Diketahui Satu Sabuk Satu Jalan atau One Belt One Road (OBOR) merupakan rencana besar Tiongkok yang akan membentuk jalur sutra baru, salah satunya dengan melewati wilayah Indonesia.

Ekonom Universitas Dipengoro (Undip) Semarang, Wahyu Widodo menilai, One Belt One Road adalah proyek ambisius Tiongkok untuk membangun konektivitas baru dengan seluruh wilayah yang prospektif bagi perdagangan internasional mereka.

Rute perdagangan baru dibangun di kawasan yang terdekat dan terus diperluas.

Dampak jangka pendek bagi Indonesia adalah terbangunnya infrastruktur perdagangan, seperti pelabuhan dan infrastruktur pendukung dari industri menuju pelabuhan. China telah membangun beberapa pelabuhan seperti di Sri Lanka dan Pakistan.

"Asia Tenggara menjadi salah satu target utamanya. Pertanyaanya, apakah keuntungan bagi kita?," kata Wahyu, Jumat (10/8).

Menurutnya, benefit bagi Indonesia sangat tergantung dari perdagangan antara Indonesia-China. Tahun 2017 neraca perdagangan Indonesia untuk produk non-migas defisit sebesar 14,20 miliar dolar.

Artinya, ada masalah daya saing produk Indonesia di pasar China. Di sisi lain dengan adanya ASEAN-Cina Free Trade Area juga menunjukkan bahwa China sangat superior di ASEAN. Produk mereka membanjiri negara-negara anggota ASEAN.

"Jadi OBOR akan menjadi tantangan yang berat bagi Indonesia karena konektivitas tersebut akan semakin mempermudah aliran produk China. Sisi positif yang masih ada adalah persaingan akan mendorong inovasi untuk meningkatkan daya saing, tetapi ini dalam jangka panjang," imbuhnya.

Halaman
123
Penulis: hermawan Endra
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help