UMKM Masyarakat Parang Menggeliat setelah Teraliri Listrik PLTS Sepanjang Hari

UMKM Masyarakat Parang Menggeliat setelah Teraliri Listrik PLTS Sepanjang Hari. Proyek ini merupakan bantuan Denmark

UMKM Masyarakat Parang Menggeliat setelah Teraliri Listrik PLTS Sepanjang Hari
tribunjateng/iswidodo
Kegiatan belajar mengajar dalam kelas di SD Negeri di Pulau Parang, kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara Jateng sudah bisa menggunakan kipas angin berkat Pembangkit Listrik Tenaga Surya bantuan Denmark, Rabu 8 Agustus 2018 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wahidatun (40) satu di antara ratusan ibu-ibu warga Pulau Parang kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara Jateng ungkapkan kebahagiaannya.

Karena saat ini sudah bisa menggunakan berbagai peralatan elektronik untuk menunjang kegiatan UMKM. Iya, warga di Kelurahan Parang kecamatan Karimunjawa ini sekarang bisa menikmati listrik 24 jam tiap hari berkat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan kerajaan Denmark.

Memang proyek PLTS bantuan Denmark di Jawa Tengah itu baru akan diserahkan pengelolaannya kepada pemda setempat atau BUMDes pada Oktober mendatang, namun masyarakat sudah bisa menikmati listrik 24 jam, dalam masa ujicoba Agustus September 2018 ini.

Kegiatan belajar mengajar dalam kelas di SD Negeri di Pulau Parang, kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara Jateng sudah bisa menggunakan kipas angin berkat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan Kerajaan Denmark, Rabu 8 Agustus 2018
Kegiatan belajar mengajar dalam kelas di SD Negeri di Pulau Parang, kecamatan Karimunjawa Kabupaten Jepara Jateng sudah bisa menggunakan kipas angin berkat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan Kerajaan Denmark, Rabu 8 Agustus 2018 (tribunjateng/iswidodo)

Masyarakat di Pulau Parang sebelumnya hanya bisa gunakan listrik 6 jam sehari, dengan pembangkit PLT Diesel. Kemudian tahun 2016 ada bantuan kementerian ESDM berupa PLTS dengan kapasitas 75 kWp. Listrik hidup 12 jam sehari dengan kapasitas 260 kWp, baru cukup untuk lampu penerangan.

Baca: Warga Kepulauan Karimunjawa Sudah Bisa Nikmati Listrik 24 Jam

Namun setelah ada PLTS hasil kerjasama Denmark dan Indonesia melalui Environmental Support Program fase 3 (ESP3) masyarakat di pulau tersebut, bisa teraliri listrik 1.500 Wh perhari. Dengan daya sebesar ini masyarakat bisa menikmati lampu penerangan, hidupkan peralatan elektronik, serta mesin-mesin penunjang UMKM. Misal mesin pemotong buah, penggiling singkong dan lain-lain.

Kepala Desa atau Petinggi (istilah setempat) Desa Parang kecamatan Karimunjawa, M Zainal Arifin mengatakan, potensi ekonomi dan pariwisata Parang bisa berkembang berkat bantuan PLTS.

"Terima kasih kepada pemerintah Denmark yang telah bantu listrik tenaga surya. Kini warga bisa menikmati penerangan dan gunakan peralatan elektronik dengan daya yang stabil. Ini impian kami sejak lama," kata Zainal, Rabu (8/8/2018) kepada sejumlah awak media yang mengunjungi Desa Parang.

Terhitung tanggal 6,7,8,9 Agustus 2018 ESP3 bersama staff Kedubes Kerajaan Denmark Emil Salim, ESP3 Denmark Per Rasmussen, ESP3 Indonesia Ian Rowland, M Nurhadi mengunjungi Desa Genting dan Desa Parang di kecamatan Karimunjawa. Bersama 5 wartawan dari Harian Kompas, Jakarta Post, Detik.com, Katadata dan Tribunjateng.com. Rombongan mengecek langsung kondisi instalasi PLTS di pulau-pulau tersebut dan bertemu masyarakat setempat. Jarak dari Pulau Karimunjawa ke pulau Genting sekitar 40 menit menggunakan speedboat.

Kades berharap ke depan energi listrik PLTS ini bisa digunakan untuk hidupkan freezer (pengawet ikan), peralatan elektronik pembuatan kapal seperti gerinda, alat boor dan lain-lain. Sehingga kehidupan Pulau Parang bisa kejar ketertinggalan dibanding daerah di Pulau Jawa. Maklum di pulau ini mayoritas penduduk adalah nelayan.

Berbagai potensi hasil alam di Pulau Parang yang telah diolah warga antara lain keripik buah (nangka, pepaya, jambu), kerupuk ikan dan mete. Sedangkan potensi laut sangat banyak. Nelayan Pulau Parang hasilkan tangkapan ikan segar berbagai jenis. Yang terkenal adalah ikan kakap merah.

Suyadi Sekretaris (Carik) Desa Parang menambahkan, 10 objek wisata snorkling di Karimunjawa ini sebenarnya 8 titik lokasi berada di perairan Desa Parang. Selain pantai-pantai berpasir putih yang masih perawan, Pulau Parang juga punya gua belum lama ditemukan. Yaitu Gua Bajul Putih di pinggir pantai. "Ada juga hasil alam berupa batu hitam dan batu merah hanya ada di Pulau Parang," kata Carik.

Bagi wisatawan yang hendak kunjungi Pulau Parang kini sudah ada satu homestay meski sederhana. Yang utama listrik sudah bisa hidup 24 jam dengan jatah 1.500 watt per hari.(tribunjateng/wid)

Penulis: iswidodo
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help