10 TKI Dihukum Cambuk di Malaysia Sebelum Dideportasi

Sebanyak 10 TKI yang dideportasi ke Lembata, ternyata mengalami nasib malang sebelum dipulangkan ke tanah kelahirannya.

10 TKI Dihukum Cambuk di Malaysia Sebelum Dideportasi
Serambi Indonesia
Ilustrasi dicambuk 

TRIBUNJATENG.COM, LEWOLEBA - Sebanyak 10 TKI yang dideportasi ke Lembata, ternyata mengalami nasib malang sebelum dipulangkan ke tanah kelahirannya.

Mereka ditangkap lalu dijebloskan ke dalam penjara.

Selama dipenjara, mereka sering dihukum cambuk oleh para petugas.

Demikian pengakuan 10 TKI yang dideportasikan dari Malaysia, ketika ditemui Pos Kupang di Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Minggu (12/8/2018) malam.

10 TKI tersebut, 3 di antaranya dari Lembata, 2 asal Solor dan selebihnya dari Adonara.

Para TKI itu masing-masing Ariestin Gita Rolis Liatnuhun, Ramdan Rari dan John Besaraya asal Witihama, Adonara.

Baca: Menilik Fenomena Sales Promotion Girl Plus-plus Di Semarang, Tarifnya Hingga Rp 4 Juta Sekali Kencan

Berikutnya, Petrus Huler dan Anselmus Werang dari Solor.

Selain itu, Helena Dominikus, asal Desa Tagawiti, Dias Diki dari Tokojaeng, Donatos Donpito dan Sadiah Reda dari Riabao, Kecamatan Ile Ape.

"Sebelum dipulangkan, kami semua ditangkap lalu dipenjarakan. Saya dipenjarakan sejak April. Ada juga yang masuk penjara sejak Maret 2018. Selama dipenjara kami diperlakukan sewenang-wenang," ujar Dias Siki saat ditemui Pos Kupang di Lewoleba, Minggu (12/8/2018).

Dalam kondisi tersebut kata Siki, ia dan teman-temannya tak bisa berbuat apa-apa.

Mereka hanya bisa menuruti semua perintah dari para petugas.

Karena jika protes, maka mereka bisa mendapat sanksi yang jauh lebih berat dari yang dialaminya saat ini.

Ia berjanji akan mengurus semua surat dan kelengkapan lainnya secara baik jika hendak kembali ke Malaysia untuk mencari kerja.

Sebab saat ini petugas kepolisian Malaysia tak lagi berkompromi dengan TKI yang masuk dan bekerja di Malaysia tanpa membawa dokumen lengkap. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help