Cerita Supriyadi yang Yakin Nando Bisa Menjadi Pesebakbola Dunia

Pemilik nomor punggung 21 di timnas Indonesia U-16 merupakan siswa kelas XI SMA Negeri 11 Semarang.

Cerita Supriyadi yang Yakin Nando Bisa Menjadi Pesebakbola Dunia
Ist
Ketua Askot PSSI Kota Semarang yang juga Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi (baju safari cokelat) dan di sebelahnya adalah Ernando Ari Sutaryadi bersama teman-temannya saat datang ke Balai Kota Semarang, pada tahun 2017 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Indonesia meraih gelar Piala AFF U-16 2018, Sabtu (11/8/2018). Indonesia berhasil mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-3 usai bermain imbang 1-1 pada waktu normal.

Pada kesempatan itu, kiper timnas Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi, berhasil menepis dua sepakan pemain Thailand pada adu penalti.

Tak heran jika Ernando Ari Sutaryadi mengambil peran penting pada kemenangan Indonesia.

Nando, demikian sapaan akrab Ernando Ari Sutaryadi, merupakan remaja kelahiran 2 Februari 2002 asal Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pemilik nomor punggung 21 di timnas Indonesia U-16 merupakan siswa kelas XI SMA Negeri 11 Semarang.

Ia tercatat aktif mengikuti pelatihan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sepak Bola Jawa Tengah (Jateng) yang bermukim di Semarang.

Ketua Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Semarang, Supriyadi memberikan apresiasi atas torehan prestasi AFF U-16 2018. Secara khusus, Supriyadi menyatakan bangga atas penampilan gemilang Nando.

“Nando pernah menjadi anak asuh dari Askot PSSI Kota Semarang, meski saat Piala Suratin awal tahun 2017 lalu belum bisa memperoleh juara satu tingkat Jawa Tengah. Tapi kebanggaan itu muncul ketika Nando bisa menepis dua tendangan penalti saat final melawan tim Thailand,” kata Supriyadi, Senin (13/8/2018).

Supriyadi juga menceritakan Nando bersama teman-teman tim kesebelasannya pernah diundang ke Balai Kota Semarang pada 2017 lalu. Saat itu, Supriyadi sudah bisa melihat talenta Nando sebagai penjaga gawang yang piawai.

"Sejak bertemu Nando saat itu, saya yakin Nando akan menjadi pemain kelas dunia. Potensi-potensi pesepakbola seperti Nando ini di Kota Semarang ini cukup banyak, maka sudah semestinya dari Pemkot dan DPRD memberikan dukungan fasilitas dan infrastruktur lapangan yang representatif,” tambah Supriyadi.

Meskipun anggaran untuk pembinaan sepak bola di Kota Semarang masih kecil, namun menurut Supriyadi, mestinya masih bisa dioptimalkan. Supriyadi menyoroti kurangnya anggaran pembinaan untuk pesepakbola usia dini masih dirasa kurang.

“Misalnya untuk tahun anggaran 2018 ini, hibah dari Koni Kota Semarang hanya Rp 350 juta. Maka yang perlu kita lakukan adalah menggandeng pihak ketiga untuk peduli terhadap pembinaan sepak bola di kota Semarang,” ujar Ketua DPRD Kota Semarang itu.

Supriyadi menegaskan, pada tahun anggaran 2019 nanti pihaknya akan mengupayakan untuk meningkatkan jumlah anggaran untuk pembinaan sepak bola.

“Talenta yang dimiliki oleh Nando dan mungkin masih banyak Nando Nando yang lain di Kota Semarang ini perlu kita bina dan kita fasilitasi bersama-sama untuk kemajuan sepak bola di Kota Lumpia,” tuturnya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help