Cerita Zaki Ketika Pertama Kali Melihat Jarum Suntik Untuk Imunisasi

Mendengar kalimat jarum suntik, beberapa siswa-siswi sekolah dasar agak cemas.

Cerita Zaki Ketika Pertama Kali Melihat Jarum Suntik Untuk Imunisasi
Tribun Jateng/ bare k k
Farzana Zaki K 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mendengar kalimat jarum suntik, beberapa siswa-siswi sekolah dasar tentu agak cemas.

Kebanyakan cemas karena imajinasi yang mereka ciptakan sendiri mengenai jarum suntik.

Sebagai orangtua, tentu memiliki peran penting untuk menjelaskan kepada anak-anak terkait kegunaan jarum suntik saat imunisasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ibu dari siswa SD Al-Azhar 25 Semarang, Siti Nurngaini.

"Namanya anak-anak, pasti sudah terbayang tidak-tidak. Jadi ini tergantung kepada orangtua juga untuk mengenalkan mereka dengan fungsi jarum suntik," jelasnya kepada Tribunjateng.com.

Anak Siti Nurngaini, mengaku tidak takut dengan jarum suntik.

Farzana Zaki Karimulloh saat itu ikut bersama ibunya di acara Talk Show Gayeng Germas, Jumat (10/8/2018).

"Saya mau diimunisasi karena harus dan biar sehat," tuturnya.

Meski di awal-awal saat disuntik ia mengaku merasa sakit, Farzana mengaku tidak pernah mempermasalah hal tersebut.

"Waktu itu saya disuntik pas kelas satu dan dua," tutur Farzana.

Menyambut Bulan Imunisasi Anak Sekolah (Bias) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah siap mengimunisasi anak-anak sekolah dasar se-Jateng.

Vaksinasi inilah menjadi pencegah penyakit menular seperti campak, hepatitis B, TBC, difteri, dan lainnya.

Farzana, siswa kelas empat ini terlihat antusias saat mengikuti Talk Show imunisasi oleh Gayeng Germas di Pucang Gading.

"Biar sehat, jadi saya tak masalah meski disuntik, sakit sebentar," jelasnya. (kin)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help