Pasha: Ada Dua Aliran SPG, Yaitu Berniat Benar dan Ada Yang Berniat Cari Teman Kencan

Biasanya, dia menambahkan, SPG tidak bermain sendiri, melainkan ada semacam kongkalikong dengan driver maupun promotor.

Pasha: Ada Dua Aliran SPG,  Yaitu Berniat Benar dan Ada Yang Berniat Cari Teman Kencan
shanghaiist.com
Ilustrasi SPG di Jepang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Merebaknya image miring terhadap sales promotion girl (SPG) yang beredar luas di khalayak, tak dipungkiri vendor atau perusahaan penyalur jasa SPG. Sehingga, menjaga citra SPG tetap positif dinilai bukan perkara mudah dan ringan.

"Kami bekerja secara profesional. Stigma negatif tentang SPG memang ada, banyak beredar, itu yang coba kami hilangkan," kata Pasha Indrianingsih, pengelola PT Astha Praja Sejati (APS), perusahaan jasa penyalur SPG, kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.

Dalam upaya menghilangkan citra tak sedap soal SPG, ia menerapkan seleksi yang ketat terhadap calon ujung tombak pemasaran itu. Untuk bisa menjadi SPG di bawah naungan PT ‎APS, SPG harus melewati dua kali penyaringan.

"Kami lakukan seleksi ketat, dua kali penyaringan, ada sesi wawancara juga. Dalam wawancara, kami bisa melihat potensi (kenakalan-Red) mereka," ujarnya.

Menurut dia, seleksi pertama adalah dari penampilan fisik. Untuk bisa diterima menjadi tenaga SPG di perusahaannya, perempuan harus mempunyai tinggi minimal 163 sentimeter, dengan berat badan proporsional, berwajah dan berpenampilan menarik, serta minimal berijazah setingkat SMA.

"Kami nggak mau, mereka dipekerjakan secara profesional dan digaji secara‎ layak, eh ternyata tahu-tahu kerjanya nggak bener.

Itu bisa merusak citra kami dan juga klien. Karena itu, jika menemukan SPG yang nakal, langsung kami pecat saat itu juga," ucapnya.

Pasha menuturkan, dalam dunia SPG secara umum terdapat dua macam 'aliran'.

Pertama, SPG yang memang benar-benar hendak bekerja sesuai dengan relnya, dan kedua hendak mencari teman kencan dan gebetan yang dinilai cukup mapan.

"Di dunia per-SPG-an, ada yang memang benar-benar kerja profesional, ada yang sengaja cari 'teresan'," ucapnya. Istilah 'teresan' disebut untuk menggambarkan teman kencan singkat yang berduit.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help