Susanto Dibayar Rp 200 Ribu untuk Bikin STNK Palsu

Dari hasil intrograsi terhadap pengendara dan pihak yang menyerahkan STNK sebagai alat tukar barang bukti motor

Susanto Dibayar Rp 200 Ribu untuk Bikin STNK Palsu
TRIBUNJATENG/DENI SETIAWAN
Polres Semarang tangkap pemalsu STNK 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Susanto (29) warga Bawen Kabupaten Semarang berurusan dengan Satreskrim Polres Semarang karena terbukti menjadi pembuat (produksi) dalam peredaran surat tanda nomor kendaraan (STNK) abal-abal atau palsu.

Itu terungkap seusai petugas Satlantas Polres Semarang hendak menilang pengendara sepeda motor tanpa menggunakan helm di Pertigaan Pasar Hewan Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang pada 25 Juli 2018 sekitar pukul 07.00.

Dari hasil intrograsi terhadap pengendara dan pihak yang menyerahkan STNK sebagai alat tukar barang bukti motor Yamaha Vega warna merah maron bernopol H 5426 CL itu, diketahui apabila motor tersebut adalah motor gadaian.

“Ada 2 orang yang kami tahan saat ini. Yakni Susanto yang berperan sebagai pembuat STNK palsu tersebut dan Ngadiman (44) warga Bawen Kabupaten Semarang yang merupakan pemilik motor sekaligus yang menyuruh Susanto membuat STNK tersebut,” kata Kasat Lantas Polres Semarang AKP Sandhi Wiedyanoe

Kepada Tribunjateng.com, Senin (13/8/2018), Susanto mengklaim pembuatan STNK palsu tersebut baru sebatas ujicoba --iseng--. Ide pembuatan STNK tersebut berasal dari kawannya yang saat ini masih dalam pencarian petugas Satreskrim Polres Semarang.

“Bahannya kertas biasa. Pertama STNK yang asli discan menggunakan resolusi tinggi. Setelah itu diedit atau diganti nomor registrasi, nama pemilik, alamat pemilik kendaraan, merek, type, dan lainnya,” terang Susanto.

Setelah selesai, lanjutnya, dicetak menggunakan printer yang paling bagus. Setelah itu, agar mirip dengan yang asli, dirinya menempelkan stiker hologram motor lain ke lembar kertas STNK hasil cetakan tersebut.

“Kepada Susanto, saya membayar Rp 200 ribu. Saya menyuruh membuat STNK itu agar motor tersebut bisa digadaikan. Ini baru pertama kali. Sebelumnya belum pernah karena memang hendak menggadaikan motor tersebut,” tandas Susanto.

Sementara itu, AKP Sandhi menyebutkan, yang pihaknya tangkap dan saat ini ditahan di ruang tahanan Mapolres Semarang adalah pihak pelantara atau yang menyuruh serta yang memproduksi STNK palsu tersebut.

“Kami ketahui, jasa pembuatan STNK palsu itu ditawarkaan melalui situs media sosial, khususnya Facebook. Adapun harganya bervariasi, tergantung hasil negoisasi antara calon pembeli dengan pihak pelantaranya,” tandas AKP Sandhi. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved