13 Rumah Sakit di Kota Semarang Sudah Bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan

Berkaitan dengan hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan mengadakan Rapat Koordinasi Pelayanan Kecelakaan Kerja Bagi Peserta Bukan Penerima Upah

13 Rumah Sakit di Kota Semarang Sudah Bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan
Tribunjateng.com/Desta Leila Kartika
Rapat koordinasi BPJS Ketenagakerjaan dengan beberapa Pihak Rumah sakit area Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Desta Leila Kartika.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Selama ini BPJS baik Ketenagakerjaan identik dengan pekerja di perusahaan atau instansi pemerintah. Padahal kenyataannya siapapun bisa mengurus dan mendapatkan BPJS ini asal memiliki pekerjaan atau profesi. Contohnya seperti Asisten Rumah Tangga, Gojek, pedagang di pasar, tukang bangunan, dan lain-lain.

Berkaitan dengan hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan mengadakan Rapat Koordinasi Pelayanan Kecelakaan Kerja Bagi Peserta Bukan Penerima Upah (BPU). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Bongaya, Hotel Chanti Semarang.

Tujuan dari acara ini adalah untuk memberikan sosialisasi kepada petugas di Rumah Sakit khususnya, bahwa baik peserta bukan penerima upah ataupun peserta dari perusahaan memiliki hak yang sama.

Asisten Deputi Direktur Bidang Pemasaran Jateng dan DIY, Selaku Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda, Sudiono yang diwakili oleh Herni Hartati menyampaikan pembeda dari dua peserta ini adalah masalah santunan yang akan diterima.

Jadi semisal terjadi cacat, meninggal dunia, pengali besarannya berdasarkan upah peserta. Tapi berkaitan dengan fasilitas Rumah Sakit semuanya sama, dan semua yang pasien butuhkan pasti dibayar oleh pihaknya.

"Berkaitan dengan masalah penjaminan misal dari perusahaan tentu mengirimkan pasien yang sudah nyata mengalami kecelakaan kerja. Mereka juga berani membenarkan hal tersebut dan ada surat pengantar. Sedangkan yang peserta mandiri atau bukan penerima upah tentu ada perbedaan, karena mereka tidak memiliki naungan," ungkap Sudiono pada Tribunjateng.com, Kamis (16/8/2018).

Maka dari itu, Sudiono melanjutkan pihaknya membedakan berkas kedua peserta dalam hal ini lebih banyak melakukan koordinasi.

Karena biasanya mereka memiliki wadah, nanti pihaknya memanfaatkan wadah ini untuk koordinasi berkaitan surat jaminan Rumah Sakit.

Surat jaminan tersebut diganti dengan hal lain dari hasil koordinasi yang nanti akan dilakukan.

"Rumah Sakit yang sudah bergabung dengan kami khususnya di Kota Semarang untuk yang umum sudah semuanya. Sedangkan Rumah Sakit Swasta seperti Columbia, Telogorejo, Elisabeth, dan lain-lain juga sudah. Jumlahnya kurang lebih ada 13 rumah sakit yang bekerjasama dan bergabung," pungkasnya. (*)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help