Beberapa Warga Jateng Ngadu ke Hotman Paris, Begini Tanggapan Direkrimum Polda Jateng

Beberapa warga Jateng mendatangi pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea di sebuah warung kopi yang disebut Kopi Johny.

Beberapa Warga Jateng Ngadu ke Hotman Paris, Begini Tanggapan Direkrimum Polda Jateng
ISTIMEWA
Korban Penipuan Minta Nasehat Hotman Paris 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa warga Jateng mendatangi pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea di sebuah warung kopi yang disebut Kopi Johny.

Mereka meminta nasehat hukum karena mendapati seseorang yang sudah menjadi tersangka, ditahan oleh Ditreskrimun Polda Jateng, lalu kini mendapatkan penangguhan penahanan.

Hal itu terekam dalam video yang diunggah di akun Instagram Hotmanparisofficial, Minggu (19/8/2018) pagi. Ada tiga video yang diunggah akun tersebut yang berisi pembacaan laporan kasus dugaan penipuan tersebut.

"Ini rakyat jateng, ramai-ramai datang ke kopi joni karena ada dugaan tindak pidana penipuan LP Nomor 185 Tahun 2018 oleh seorang pengusaha kaya raya. Anehnya orang ini sudah tersangka, sudag ditahan, bahkan cekal ke luar negeri, tapi kok bisa tiba-tiba tahanan luar, sehingga masyarakat ini semua yang dirugikan curiga ada apa ini?" Ucap Hotman Paris dalam rekaman video.

Ia mempertanyakan kenapa sosok orang kaya yang sudah menjadi tersangka tersebut bisa menjadi tahanan luar padahal dugaan tindak pidananya sangat kuat. Dalam video tersebut terlihat puluhan orang berkerumun namun tidak jelas berapa orang yang berstatus sebagai pelapor.

Beberapa hanya menyebut mereka dari Kudus, dan dari Salatiga. Sementara di video sebelumnya juga tampak situasi yang sama dan dilokasi yang sama. Di rekaman ke dua ia menyebut kasus tersebut tengah ditangani Ditreskrimum Polda Jateng.

Hotman sekilas menyebut kasus penipuan tersebut terkait soal balik nama sertifikat tanah. "Sementara ada balik nama sertifikat tanah tanpa mereka (pelapor) merasa tanda tangan akta jual beli, dan dugaannya ini dilakukan oleh seorang konglomerat di Jateng," beber Hotman di video ke dua.

Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng Kombes Pol Heri Santoso saat dihubungi Tribun Jateng, Minggu (19/8/2018) melalui sambungan telepon suaranya tidak begitu tedengar jelas.

Meski demikian mantan Direkrimum Polda Bali tersebut kemudian memberikan keterangan singkat melalui aplikasi Whatsapp. Dalam pesannya ia menyampaikan bahwa kini tengah melaksanakan ibadah haji di tanah suci.

"Terkait laporan kasus yang dibacakan oleh Hotman Paris dalam video yang diunggah diakun tersebut LP nya sudah dicabut oleh pelapornya," terang Heri Santoso.

Sayangnya ia enggan memberikan keterangan lebih lanjut dan meminta menghubungi Wakil Direktur Kriminal Umun Polda Jateng. Sementara itu Wadirkirmum AKBP Saiful Anwar ketika dihubungi enggan berkomentar.

"Sudah pak dir saja saya rasa cukup, kalau mau lebih lanjut besok saja langsung ke pak Kapolda melalui Kabid Humas," pungkas Saiful Anwar.

Penulis: rival al-manaf
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved