Kasus Guru Pukul Murid di Purwokerto, Begini Tanggapan DPRD

dugaan kekerasan oleh oknum guru terhadap siswanya di SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto Banyumas.

Kasus Guru Pukul Murid di Purwokerto, Begini Tanggapan DPRD
Ist
Screenshot video pemukulan guru pada siswa. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS-Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Banyumas Yoga Sugama menyesalkan peristiwa dugaan kekerasan oleh oknum guru terhadap siswanya di SMK Tujuh Lima 2 Purwokerto Banyumas.

IT, oknum guru di sekolah itu diduga memukul beberapa siswanya di kelas karena enggan melaksanalan salat zuhur berjamaah, Senin (20/8) lalu.

Padahal, belum genap sebulan, awal Agustus 2018 lalu, peristiwa serupa terjadi di SMP N 2 Cilongok Banyumas. Saat itu, seorang guru honorer, WRD memukul beberapa siswanya menggunakan sapu lantaran dianggap membuat gaduh saat salat Jumat berjamaah.

Peristiwa ini juga mengingatkan pada kasus serupa pada April 2018 lalu, seorang guru, LS menampar beberapa siswanya karena dianggap melanggar peraturan sekolah.

Meski masuk kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang membawahi pengelolaan SMA atau SMK, pihaknya merasa ikut bertanggungjawab lantaran para korban bagaimanapun adalah warganya, serta lokasi sekolah berada di wilayah adminiatratisi Kabupaten Banyumas.

Yoga menilai, perlu tindakan tegas terhadap oknum guru yang melakukan tindak kekerasan terhadap siswanya. Tindakan ini diperlukan bukan hanya untuk memberikan efek jera pada pelaku, melainkan guru-guru lain agar tak melakukan tindakan sama.

Menurut Yoga, kasus kekerasan terhadap siswa bukan hanya soal kerugian yang diterima korban. Lebih dari itu, kasus itu mencederai dunia pendidikan karena dilakukan di lingkungan sekolah yang mestinya bersih dari unsur-unsur kekerasan.

"Tindakan tegas tidak harus pidana. Tapi bagaimana ada efek jera agar kejadian serupa tak terulang. Misal setelah kejadian ini, semua kepela sekolah dan guru dikumpulkan, dikasih peringatan keras. Mumpung ini lagi ada contoh buruk, momentumnya dapat,"katanya

Menurut Yoga, peristiwa tersebut tidak akan terjadi jika setiap guru menyadari Tugas Pokok dan Fungsi (tupoksi) yang diamanatkan UU no. 20 thn 2003 tentang Sisdiknas.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved