Panti Asuhan Tunas Rajawali Semarang Tampung Puluhan Anak dari Berbagai Wilayah Indonesia

Panti asuhan tersebut kini mengasuh 59 anak yatim dan kurang mampu dari seluruh pelosok wilayah Indonesia

Panti Asuhan Tunas Rajawali Semarang Tampung Puluhan Anak dari Berbagai Wilayah Indonesia
Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Pengacara sekaligus pendiri Rumah Pancasila, Theodorus Yosep Parera, berbincang-bincang dengan anak-anak penghuni yayasan panti asuhan Tunas Rajawali Semarang, saat meninjau lokasi, Sabtu (25/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tidak banyak yang tahu akan keberadaan Yayasan Panti Asuhan Tunas Rajawali yang terletak di Taman Adenia Raya Blok N1-N2, Perum Graha Padma, Kelurahan Tambakrejo, Semarang Barat.

Panti asuhan tersebut kini mengasuh 59 anak yatim dan kurang mampu dari seluruh pelosok wilayah Indonesia.

Panti asuhan Tunas Rajawali berdiri di atas lahan seluas 7.132 meter persegi. Berdirinya yayasan ini memiliki sejarah yang panjang dengan berpindah-pindah tempat dimulai tahun 1993 karena belum memiliki tanah dan rumah sendiri. Baru pada Oktober 2014 panti asuhan menetap di Perum Graha Padma sampai sekarang.

Ketua Yayasan Panti Asuhan Tunas Rajawali, Anton Tobing mengatakan, berdirinya panti asuhan Tunas Rajawali berawal dari kerinduan De La Croix Edith Ellen, untuk melayani dan memperhatikan anak-anak. Lantas, pada 2013, Ellen pun mengambil beberapa anak untuk dibina dan dididik.

"Mereka diberikan pendidikan yang baik, diberikan motivasi, kebutuhan hidup yang lebih layak dan diberikan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik," kata Anton saat ditemui di panti asuhan, Sabtu (25/8/2018).

Kali pertama, panti asuhan Tunas Rajawali menempati sebuah rumah di Jalan Kenanga No 17, Semarang, dengan status kontrak selama 1 tahun dan 3 tahun kemudian dipinjamkan secara cuma-cuma.

"Pada saat itu kami belum memiliki badan hukum, tetapi hanya ijin dari RT/RW dan Kelurahan setempat. Dan kami hanya membantu untuk kalangan terbatas saja," ucapnya.

Pada awal pelayanan, panti asuhan ini hanya berbentuk keluarga besar dengan 6 staff dengan 9 anak asuh. Seiring berjalannya waktu, banyak orang yang mengetahui keberadaan panti asuhan Tunas Rajawali, dan banyak yang datang dan meminta bantuan pendidikan dan keuangan.

Jumlah anak asuh semakin banyak pada 1997 sehingga memaksa pengelola harus mencari tempat baru. Pada akhir 1997 itu panti asuhan Tunas Rajawali akhirnya pindah dengan mengontrak rumah yang cukup besar di Jalan Sinabung V/ 9 Semarang.

Halaman
123
Penulis: m zaenal arifin
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved