Liputan Khusus

Liputan Khusus: Penangkar Burung Kicau Siap Urus Perizinan

Dalam beberapa tahun terakhir, Ari menggeluti usaha penangkaran murai batu, dari semula hanya hobi memelihara burung kicau.

Liputan Khusus: Penangkar Burung Kicau Siap Urus Perizinan
tribunjateng.com/galih permadi
PENANGKAR BURUNG 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Seorang penangkar burung kicau di Kota Semarang, Ari Avianto, antusias menanggapi terbitnya Permen LHK No. P20/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi.

Seperti diketahui, kebijakan baru itu memasukkan sejumlah jenis burung kicau sebagai satwa dilindungi, antara lain jenis murai batu, cucak ijo, cucak rawa, jalak suren, dan kenari.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ari menggeluti usaha penangkaran murai batu, dari semula hanya hobi memelihara burung kicau.

"Dulu untuk sampingan saja. Sekarang full untuk penangkaran, kerjaan di luar saya tinggalkan. Ini menjadi mata pencaharian utama," ucapnya, kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.

Para pembeli burung hasil penangkarannya mayoritas justru berasal dari luar kota. Bisa dimaklumi, sebab ia lebih sering memromosikan burung hasil tangkarannya secara online, via media sosial (medsos). Menurutnya, harga pasaran secara online lebih stabil.

"Bakalan berusia 2,5-3 bulan rata-rata harganya sekitar Rp 2,5 juta, tergantung indukannya, bahkan ada yang tembus Rp 15 juta. Nanti burung dikirimkan via jasa pengiriman, bisa pakai bus, kereta, travel, dan lain-lain. Ndak ribet kok," ujarnya.

Ari menuturkan, selama ini penangkaran maupun usaha perdagangan burung yang digelutinya tak berizin sama sekali. "Ya kemarin karena tak masuk kategori satwa dilindungi. Nanti kalau masuk golongan yang dilindungi, saya urus izin tak masalah," katanya.

Menurut dia, gairah burung kicau belakangan agak lesu. Ia tak tahu pasti apakah hal itu disebabkan terbitnya Permen LHK No. P20/2018 atau tidak.

"Dari sebelum ribut-ribut Permen sudah mulai agak sepi, sekarang cenderung lebih sepi," sambungnya.

Senada, Hans Siswanto, seorang penangkar burung lain tak terlalu mempersoalkan terbitnya Permen LHK itu. Ia saat ini menangkarkan berbagai macam jenis burung berkicau, antara lain murai batu, cucak rowo, love bird, dan lain-lain. Total ada sekitar 30 pasang indukan di penangkarannya saat ini.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved