Marak Kasus Pelecehan Seksual, Mahasiswa Unnes Ini Lakukan Sosialisasi Pencegahan di Bergas

KKN Alternatif Unnes menggelar sosialisasi sadar hukum pada masyarakat di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Marak Kasus Pelecehan Seksual, Mahasiswa Unnes Ini Lakukan Sosialisasi Pencegahan di Bergas
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Tim KKN Alternatif Unnes, menggelar sosialisasi kepada masyarakat tentang sadar hukum, di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Sejumlah 13 mahasiswa yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Tahap II Tahun 2018 Universitas Negeri Semarang (Unnes), belum lama ini, merampungkan tugasnya di Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Sebagai pamungkas dari program KKN Alternatif Unnes itu, mereka menggelar sosialisasi kepada masyarakat setempat khususnya di Dusun Ngobo, Desa Wringinputih, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

“Belum lama ini kami sosialisasikan tentang sadar hukum. Yang kami pilih adalah tentang pelecehan seksual dalam perspektif hukum di masyarakat pedesaan. Itu kami pilih sebagai bentuk keprihatinan,” tutur Anggota KKN Alternatif Unnes Desi Apriliani.

Kepada Tribunjateng.com, Sabtu (1/9/2018), dia menyampaikan apabila masalah moral di zaman modern seperti saat ini semakin kompleks terutama di kalangan remaja. Dan yang masuk kategori darurat adalah semakin maraknya kasus pelecehan seksual.

“Satu di antara penyebabnya adalah masih kurang pengetahuan remaja mengenai perilaku yang mengarah ke pelecehan seksual. Itu mengapa kami ingin berbagi informasi kepada mereka tentang pelecehan seksual itu dari perspektif hukum perundang-undangan,” ucapnya.

Dari program yang telah dilaksanakan itu, dia bersama rekan-rekannya memiliki harapan besar yakni masyarakat semakin mau membuka diri dan cerdas mengenai tindakan pelecehan seksual.

“Seandainya ada tetangga atau rekan sebayanya (di kalangan remaja) ada yang diduga telah mengalami tindakan pelecehan itu, menjadi tahu apa yang harus dilakukan. Upaya hukum apa saja yang dapat ditempuh,” ucap mahasiswi Fakultas Hukum Unnes itu.

Dan yang menurutnya menjadi hal penting lainnya, masyarakat tidak akan mudah terperangkap oleh oknum-oknum yang hendak memanfaatkan situasi tersebut. Sebab tidak dimungkiri dalam situasi tersebut, akan ada oknum yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

“Tidak sedikit pula di kalangan para remaja belum paham tentang apa saja yang masuk kategori tindakan pelecehan seksual. Itu yang perlu dipahami terlebih dahulu. Sebab pelecehan tidak saja dari tindakan fisik tetapi juga secara verbal,” pungkasnya.

Dan dari hasil pengamatan tim KKN Alternatif Unnes itu, menurut Desi justru saat ini semakin banyak pelecehan seksual secara verbal. Misal meraba tubuh lawan jenis, memegang alat kelamin, hingga menggoda melalui bersiul. Itu pun dapat dikatakan sudah masuk kategori pelecehan.

“Karenanya kami coba membeberkan tentang berbagai hal tersebut kepada masyarakat. Bahkan kami juga datangkan pemateri dari Perhimpunan Mahasiswa Hukum DPC Semarang yakni Agung Setyawan,” tuturnya.

Koordinator Tim KKN Alternatif Tahap I Unnes M Khoirun Niam pun cukup terkaget di saat sebelum kegiatan itu dilaksanakan ternyata sekitar 80 persen masyarakat di Desa Wringinputih, khususnya para remaja yang belum mengetahui atau paham tentang tindakan pelecehan seksual itu.

“Kami sebarkan daftar pertanyaan pre test seputar apa itu pelecehan dan contoh-contoh tindakan pelecehan seksual di sekitar lingkungan mereka. Hasilnya ternyata cukup mengagetkan kami karena mayoritas belum memahaminya,” papar Niam.

“Semoga dari apa yang telah kami persembahkan itu bisa bermanfaat dan membuka pengetahuan baru bagi masyarakat tentang kondisi yang sebenarnya berpotensi di lingkungan mereka. Satu di antaranya tentang moral yang dikhususkan pada pelecehan seksual di kalangan remaja,” bebernya. (dse)

Penulis: deni setiawan
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved