Liputan Khusus

Bayu Takut Tak Kuat Bayar Cicilan

Keinginan masyarakat untuk memiliki kendaraan impian tentu akan semakin dimudahkan dengan adanya kebijakan DP nol persen

Bayu Takut Tak Kuat Bayar Cicilan
tribunjateng/wid
ilustrasi Liputan khusus kredit kendaraan DP Nol persen 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wajah Bayu Ardhi tampak semringah tatkala mendengar rencana kebijakan yang mengatur besaran down payment (DP) atau uang muka untuk kredit kendaraan‎ menjadi nol persen.

Menurut dia, hal itu akan memudahkan masyarakat yang ingin memiliki kendaraan bermotor, baik roda dua, roda empat, maupun lebih.

"Keinginan masyarakat untuk memiliki kendaraan impian tentu akan semakin dimudahkan," kata debitur sebuah perusahaan pembiayaan itu, kepada Tribun Jateng, akhir pekan lalu.

Namun, raut wajah warga Kendal itu mendadak berubah murung kala membayangkan besaran cicilan yang harus dibayar per bulan. Sebab tanpa adanya DP, beban cicilan bulanan akan semakin membengkak.

"Cicilannya pasti jadi gede banget. Risiko macet bayar di tengah jalan tentu juga semakin besar," ujarnya.

Karena itu, Bayu belum berencana untuk menambah kendaraan dengan cara kredit tanpa uang muka. Ia khawatir tak kuat membayar cicilan hingga waktu pelunasan tiba.
Saat ini, ia mempunyai satu unit mobil dan kendaraan roda dua yang terparkir di garasi rumahnya. Mobil itu selama ini ia gunakan sebagai armada taksi online yang dikemudikan sendiri.

"Mobil ini kan saya pakai sendiri, ya untuk keperluan kerja, ya keluarga, ya untuk narik. Pengen tambah satu lagi, nanti disewakan harian untuk taksi online juga, pengen usahalah intinya," ucap dia.

Meski keinginan untuk menambah unit mobil cukup kuat, Bayu mengaku tak ingin memanfaatkan kebijakan DP 0 persen jika nantinya aturan itu sudah diberlakukan.
Ia lebih memilih untuk menabung dulu guna membayar uang muka. "Biar tidak berat cicilan per bulannya. Sabar dulu, nunggu tabungan sekiranya cukup,‎" ucapnya.

Bayu menyatakan, saat ini saja tanggungan cicilan mobilnya masih belum lunas. Per bulan, ia harus menanggung cicilan sekitar Rp 3,2 juta untuk unit kendaraan jenis low multi purpose vehicle (LMPV) yang jika beli tunai harganya berkisar di angka Rp 200-an juta.

"Kemarin ini pas ada promo, DP dihitung Rp 50 jut‎aan, cicilan per bulan segitu (Rp 3,2 juta-Red) selama 5 tahun. Kalau tanpa DP sama sekali, saya itung-itung mungkin cicilan di kisaran lebih dari Rp 4 juta-Rp 4,5 juta, cukup berat," jelasnya.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved