Liputan Khusus

Kami Akan Sangat Hati-hati Terkait Rencana Kebijakan DP Kredit Kendaraan 0%

Kami Akan Sangat Hati-hati Terkait Rencana Kebijakan DP Kredit Kendaraan 0%. BFI Menilai kebijakan itu penuh risiko

Kami Akan Sangat Hati-hati Terkait Rencana Kebijakan DP Kredit Kendaraan 0%
tribunjateng/dok
Kami Akan Sangat Hati-hati Terkait Rencana Kebijakan DP Kredit Kendaraan 0% 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Area Manager Semarang PT BFI Finance Indonesia Tbk, Budi Hariono langsung tersenyum ketika disinggung mengenai aturan uang muka atau down payment (DP) 0 persen yang rencananya bakal diterbitkan untuk pembelian kendaraan.

Ia menilai kebijakan itu penuh risiko bagi perusahaan pembiayaan. Sedangkan untuk masyarakat, hal itu dinilai merupakan angin segar untuk dapat dengan mudah memiliki kendaraan. Tetapi, mereka mesti menerima konsekuensi lain, yaitu angsuran bulanan menjadi lebih besar.

Budi mengaku telah mendengar isu itu sejak sebulan terakhir. Bahkan, menurutnya, di jajaran kantor pusat telah melakukan perencanaan untuk mengeluarkan program terbaru yang berkaitan dengan besaran DP 0 persen.

"Di jajaran atas atau kantor pusat selentingan sudah ada (persiapan-Red). Mereka sedang membuat produk baru, hanya saja sifatnya bukan nasional. Tapi diuji coba dulu di beberapa tempat," katanya, kepada Tribun Jateng, ditemui di kantornya, Ruko Mataram Plaza Semarang, Kamis (30/8).

Sepengetahuannya, aturan itu rencananya hanya boleh diterapkan perusahaan pembiayaan yang memiliki non-performing financing (NPF) atau kredit macet di bawah 1 persen. Sedangkan angka NPF di BFI masih berada di angka 1,5 persen, sehingga belum bisa menjalankan program itu.

Jika pun nanti memenuhi syarat, Budi menilai, perusahaannya bakal tetap menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan kredit.
Misalnya program hanya boleh dimanfaatkan segmen tertentu, yaitu konsumen tetap yang sudah memiliki track record atau catatan kredit baik.

Pikirkan risiko

Pria asal Pati itu menilai, aturan DP 0 persen sejatinya sangat membantu perusahaan pembiayaan. Hanya saja, ada bayang-bayang risiko yang mesti dipikirkan.
"Saya yakin semua orang leasing bakal bicara begitu. Walaupun mereka senang dengan diberikan kelonggaran uang muka, tapi mereka tetap memikirkan bayang-bayang risiko," paparnya.

Dalam dunia kredit, menurut dia, jika seseorang dalam mendapatkan barang diberi kemudahan yang terlalu besar tanpa mengeluarkan uang sepeser pun, maka di tengah jalan kemungkinan besar bisa terjadi kredit macet.
Sebab, dia menambahkan, mereka tidak mengeluarkan modal, sehingga tidak ada rasa memiliki atau hal yang mengikat.

Budi belum bisa memprediksi seberapa besar potensi pengaruh kebijakan itu terhadap lonjakan pembiayaan. Hanya saja, menurutnya, kebijakan DP 0 persen tidak akan dimakan mentah perusahaan pembiayaan dengan serta merta menggelontorkan dananya begitu saja.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved