Undip Ajarkan Pemanfaatan Limbah Anorganik Sebagai Alternatif Sumber Energi

Di setiap daerah hampir di seluruh Indonesia, sampah dan limbah menjadi sulit untuk ditangani.

Undip Ajarkan Pemanfaatan Limbah Anorganik Sebagai Alternatif Sumber Energi
IST
Undip Ajarkan Pemanfaatan Limbah Anorganik Sebagai Alternatif Sumber Energi di Desa Sokawangi 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sampah memang hal atau isu yang sudah sering diperbincangan namun belum ada tindakan yang berarti dalam menangani permasalahan tersebut.

Di setiap daerah hampir di seluruh Indonesia, sampah dan limbah menjadi sulit untuk ditangani dan masyarakat pun tidak memiliki tindakan apapun untuk menanggulangi limbah tersebut.

Namun berbeda dengan Desa Sokawangi, Kecamatan Taman, Kota Pemalang, Jawa Tengah yang kedatangan mahasiswa dan tim dosen dari Universitas Diponegoro Semarang.

Dalam kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) pada bulan Agustus 2018, yang mana tim tersebut memberikan penyuluhan dan sosialisasi mengenai pemanfaatan limbah atau sampah menjadi barang-barang yang lebih bermanfaat hingga menjadi alternatif sumber energi yang dapat digunakan sehari-hari.

Tim diketuai oleh Dr. Ir. Suzanna Ratih Sari, MM, MA dan beranggotakan Ana Silviana, SH, MHum serta Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA. Kegiatan dilakukan dengan melakukan workshop atau kegiatan membahas suatu masalah tertentu sembari mengajari para peserta kegiatan mengenai masalah itu sendiri.

Baca: UNDIP Semarang Kembangkan Potensi Desa Sepakung

Ketua Tim Dr. Ir. Suzanna Ratih menjelaskan, peserta kegiatan adalah masyarakat Desa Sokawangi sendiri meliputi perangkat desa dan juga lembaga keswadayaan masyarakat (LKM) “Patriot” Desa Sokawangi.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi membahas mengenai bahaya membuang sampah plastik atau anorganik secara sembarangan.

Kemudian dilanjut dengan memberikan contoh pemanfaatan sampah plastik menjadi barang yang dapat dipergunakan kembali dan dilanjutkan dengan demo pengoperasian pembuatan bahan bakar alternatif dengan bahan-bahan sampah atau barang yang tidak terpakai.

Alat pengolah dibuat dengan memanfaatkan kaleng biskuit bekas dan pipa logam berdiameter ±1 inch serta panjang ±1 meter.

Halaman
123
Penulis: hermawan Endra
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved