Sweet Home

Membangun Estetika Pagar yang Tidak Sekadar Pembatas Rumah

Pagar juga bukan hanya ‎memberikan ruang privasi saja, tetapi juga bisa memberikan nuansa menarik saat memasuki rumah.

Membangun Estetika Pagar yang Tidak Sekadar Pembatas Rumah
TRIBUNJATENG/M SOFRI KURNIAWAN
Batu berwarna putih yang terpasang pada dinding pagarnya tersebut menambah konsep ‎tradisional. 

TRIBUNJATENG.COM - Pagar rumah tak hanya sekadar garis pembatas antara rumah dan jalan di depannya. Pagar juga bukan hanya ‎memberikan ruang privasi saja, tetapi juga bisa memberikan nuansa menarik saat memasuki rumah.

Seperti halnya rumah Ifa Budi (47), yang berada di Jalan Papandayan nomor 76, Kota Semarang. Rumah yang menggabungkan gaya tradisional-modern itu m‎emilih pagar dari batu.

Batu berwarna putih yang terpasang pada dinding pagarnya tersebut menambah konsep ‎tradisional.

"Tujuannya saya memakai batu-batuan ini biar menyatu sama rumahnya yang menggunakan kayu tradisional," jelas dia.
Pada bagian pintu pagarnya, Ifa juga sengaja tidak menggunakan bahan dari material besi atau baja yang lebih kokoh.

Namun, Ifa memilih menggunakan pintu pagar dari bahan kayu yang memiliki ketinggian sekitar dua meter.

Saat masuk ke dalam, pintu pagar kayu yang sudah berusia puluhan tahun itu masih berdiri dengan baik. Namun, saat membukanya memang butuh tenaga yang ekstra.

"Pintu pagarnya dari bahan kayu, makanya biar seimbang dipadukan sama batu-batuan jadi seperti di desa," kata dia.

Untuk memasang batu berwarna putih itu ke Semarang, Ifa memboyongnya langsung dari daerah Wonogiri.

‎Daerah tersebut, merupakan satu di antaranya yang memiliki potensi bebatuan yang mengandung karst.
"Batunya warna putih, ada gelap-gelapnya sedikit dan dulu diambilnya dari Wonogir‎i karena saat itu hanya ada di sana. Warna putih itu karena ada kandungan karst-nya," kata dia.

Dia mengaku, tak ingin sembarangan dalam memilih batu-batuan yang terpasang di depan pagarnya. Terutama dalam hal warna dan juga kualitasnya.
"Batunya ini kuat, alasan itu juga yang membuat saya memilih batuan berwarna putih ini," kata dia.

Halaman
12
Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved