Jelang Kirab Pusaka Keraton Solo, Ubo Rampe Disiapkan oleh Abdi Dalem Perempuan

Selasa (11/9/2018) malam, Kirab Pusaka Keraton Solo akan berlangsung. Berbagai prosesi menjelang kirab pun dilakukan

Jelang Kirab Pusaka Keraton Solo, Ubo Rampe Disiapkan oleh Abdi Dalem Perempuan
Tribunjateng.com/Akbar Hari Mukti
Abdi dalem perempuan mempersiapkan ubo rampe di dapur Gondorasan, Keraton Solo, Selasa (11/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Selasa (11/9/2018) malam, Kirab Pusaka Keraton Solo akan berlangsung. Berbagai prosesi menjelang kirab pun dilakukan.

Di antaranya abdi dalem perempuan yang mempersiapkan segala ubo rampe persiapan Wilujengan Dalem Sinuwun PB X serta berbagai sesajian yang akan didoakan sebelum diarak keliling kota bersama belasan pusaka dalam Kirab Pusaka Malam Satu Suro.

Abdi dalem perempuan ini pun tampak menata sejumlah makanan pada beberapa nampan dari daun pisang. Berbagai makanan masak dan buah-buahan serta umbi-umbian dipilah dalam berbagai nampan yang tersedia.

Hal ini untuk membedakan sajian mana yang disuguhkan untuk disantap dan mana yang disajikan untuk sesajian dan didoakan sebelum kirab.

"Persiapannya dilakukan sejak beberapa hari kemarin. Masaknya pagi ini dan akan disiapkan saat magrib," ujar salah seorang Abdi Dalem, Koes Darsiyah, 50 di tengah persiapan ubo rampe di dapur Gondorasan, Keraton Solo, Selasa (11/9/2018).

Ia menjelaskan, dirinya bersama abdi dalem lain mempersiapkan berbagai makanan untuk disajilan pada Haul Dalem Sinuwun PB X yang juga jatuh pada hari ini.

Makanan itu berupa nasi uduk, nasi asahan, nasi golong, ketan, kolak, dan apem. Selain itu, pihaknya juga menyediakan sesaji untuk pusaka yang akan dikirab. Semuanya itu kemudian akan didoakan di dalam keraton saat wilujengan, sebelum kirab dimulai. "Isinya hasil bumi seperti pala kependem, pala kesampar, dan pala gumantung," jelasnya.

Menurutnya, dari sejumlah sesaji, ada satu yang berbentuk boneka pria dan wanita dengan warna putih dan sejumlah aksesoris sebagai pembedanya.

"Namanya Bekakak. Boneka tepung berbentuk pria dan wanita untuk tolak bala. Bekakak ini selalu dibuat saat kirab pusaka digelar," jelasnya.

Adik Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, GPH Dipokusumo memaparkan, setiap kegiatan adat Dalem Gondorasan selalu jadi lokasi utama untuk mempersiapkan segala hal termasuk persiapan sesajian untuk didoakan.

"Dalem Gondorasan itu adalah kediaman juru masak keraton sejak zaman Kartasura namanya Nyai Mas Gondoroso. Jadi sesuai adat yang telah berlangsung turun turun lokasi itu selalu jadi andalan untuk memperaiapkan ubo rampenya," ujarnya. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved