Desa Kemiri Barat Batang Terapkan Program Desa Berbasis Web

pemukiman di tengah hutan jati tepatnya di Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah, Batang sabet award desa terbaik nasional

Desa Kemiri Barat Batang Terapkan Program Desa Berbasis Web
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Sejumlah pelajar mencari informasi terkait materi sekolah di Kantor Desa Kemiri Barat, Rabu (12/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG. COM, BATANG - Siapa sangka pemukiman di tengah hutan jati tepatnya di Desa Kemiri Barat Kecamatan Subah, Kabupaten Batang sabet award desa terbaik tingkat nasional, Rabu (12/9/2018).

Bahkan, Desa yang memiliki total penduduk 3492 jiwa tersebut, tak hanya sekali menyabet penghargaan. Tercatat pada 2015 Desa Kemiri Barat menempati juara harapan satu desa terbaik se-Jateng, di 2017 dan 2018 memperoleh penghargaan nasional dengan perpustakaan berbasis masyarakat.

Pasalnya, selain memberdayakan masyarakat guna mengelola potensi desa. Warga desa juga berjuang mempromosikan desa dengan menerapkan program desa berbasis web.

Dengan adanya web, warga desa bisa mempromosikan hasil olahan seperti makanan ringan dan kerajinan. Selain itu, web juga sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari informasi tentang desa ataupun program-progam yang sedang dijalankan.

Terpusat di Kantor Desa Kemiri Barat, setiap harinya anak-anak desa setempat mendatangi kantor desa untuk mengerjakan tugas ataupun membaca buku yang disediakan di perpustakaan.

Dikatakan Kusrini Ketua Perpustakaan Desa Gembara Kembar yang juga menjadi pengurus program desa berbasis web, walaupun belum lama dirintis namun masyarakat sudah benyak yang memanfaatkannya.

"Terutama para pelajar, setiap jam istirahat dan pulang sekolah para pelajar datang untuk mengerjakan tugas ataupun mencari informasi yang berkaitan dengan materi sekolah," katanya.

Pihaknya menambahkan, selain para pelajar wed desa juga sering dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk mempromosikan produk-produk dari Desa Kemiri Barat.

"Adanya web yang tersambung dengan beberapa program desa termasuk perpustakaan sangat bermanfaat. Walaupun mayoritas penduduk desa mengandalkan hidup dari bertani, namun bisa dikatakan jumlah buta tulis di Desa Kemiri Barat 0 persen," imbuhnya.

Web dianggap oleh Kusrini dan jajaran pemerintah desa membuka wawasan warga tentang teknologi dan dunia luar.

"Hampir seluruh istansi pendidikan ada di desa kami, dari tingkat Paud hingga SMA sederajat. Hanya saja perguruan tinggi belum dibangun, dan masih dalam perencanaan. Semua tersambung melalu web desa, jadi masyarakat tinggal mencari informasi di web tersebut," tambahnya.

Ia berharap, kedepan Desa Kemiri Barat bisa terus berkembang agar masyarakat desa bisa menjadi masyarakat yang lebih melek ilmu.

"Di Kabupaten Batang sedniri ada beberpa desa yang berbasis web, yaitu di Tambakboyo, Gringsing, dan desa kami. Kendalanya adalah mengembangkan dengan inovasi dari warga desa," timpalnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved